Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ponpes Nurul Hakim Rugi Rp 800 Juta Lebih, Empat Ruang Kelas Terbakar

Sanchia Vaneka • Rabu, 4 September 2024 | 13:05 WIB
PENDINGINAN: Petugas Damkar memadamkan kebakaran yang terjadi di gedung kelas MTs Putra Ponpes Nurul Hakim Kediri, Senin (2/9).
PENDINGINAN: Petugas Damkar memadamkan kebakaran yang terjadi di gedung kelas MTs Putra Ponpes Nurul Hakim Kediri, Senin (2/9).

LombokPost--Kebakaran yang terjadi di gedung kelas Mts Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim, Kediri Lombok Barat (Lobar) menyebabkan kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. 

”Kerugian yang dialami Ponpes itu dari empat lokal kebakaran sekitar Rp 800 juta lebih,” kata Kepala Damkar Lobar M Sahlan saat dihubungi melalui via telepon, Selasa (3/9). 

Sahlan menjelaskan kerugian tidak membengkak karena pemadaman yang segera dilakukan dengan pendinginan dan menyelamatkan barang-barang yang berpotensi untuk terbakar.

Sehingga, api tidak menjalar ke gedung lainnya. Atap gedung yang juga tidak terbuat dari bahan mudah terbakar sehingga membantu pemadaman.

Karena itu akan memicu porsi kebakaran yang akan membesar. 

”Empat lokal loh ini. Kalau bahan atapnya terbuat dari kayu tidak mungkin hanya 16 tangki. Bisa jadi 30 atau 40 tangki air,” ujarnya. 

Menurut Sahlan, kebakaran yang terjadi di Ponpes Nurul Hakim ini termasuk kasus besar yang ditanganinya selama tahun ini.

Karena untuk dapat memadamkan api tersebut, Damkar menghabiskan hingga 16 tangki air.

Namun, di satu sisi, bangunan yang selamat dari amukan si jago merah disebutnya jauh lebih banyak. 

”Tapi Alhamdulillah, bangunan yang bisa diselamatkan itu nilainya miliaran. Artinya kita menyelamatkan bangunan itu, tidak sampai keseluruh terbakar,” jelasnya. 

Hal itu pun dinilainya berkat kesigapan dari para personel Damkar yang bertugas.

Karena dalam upaya pemadaman itu, mereka lebih dulu menyelamatkaan bangunan yang belum termakan api sehingga bisa mencegah api menjalar semakin luas.

Terlebih di lokasi kebakaran terdapat peralatan dari kayu yang mudah terbakar sehingga membuat api menjalar begitu cepat.

Terpisah, Kapolsek Kediri AKP Jahyadi Subawaih mengakui bahwa pihaknya telah melakukan olahTKP.

Namun, belum bisa memberikan jawaban pasti penyebab kebakaran tersebut.

Lantaran masih harus melalui proses pemeriksaan oleh ahli.

”Hari ini tim inafis dari Polres Lobar melakukan olah TKP. Untuk sumber awal kebakaran bisa diketahui, namun untuk penyebab pastinya harus secara scientific oleh Puslabfor,” terang Jahyadi.

Jahyadi menjelaskan dari keterangan yang dihimpun kebakaran bermula dari ruangan yang ada di sebelah utara.

Pihaknya menerangkan, tak ada korban jiwa dalam persitiwa tersebut.

Situasi di ponpes tersebut saat ini sudah aman.

Bahkan proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Dan area yang terdampak kebakaran sudah disterilkan dan dipasang garis polisi.  (chi/r12)

 

Editor : Kimda Farida
#kebakaran pesantren #Lombok Barat #Ponpes Nurul hakim