Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Enggan Disebut Lepas Tangan, Pemprov Andalkan Revitalisasi Pasar Seni Senggigi

Sanchia Vaneka • Senin, 7 Oktober 2024 | 09:32 WIB
DIREVITALISASI: Penataan Pasar Seni Senggigi diklaim Dispar NTB merupakan intervensi nyata yang dilakukan pemerintah pusat untuk Senggigi. (Ivan/Lombok Post)
DIREVITALISASI: Penataan Pasar Seni Senggigi diklaim Dispar NTB merupakan intervensi nyata yang dilakukan pemerintah pusat untuk Senggigi. (Ivan/Lombok Post)

LombokPost--Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat menjawab tudingan miring terkait meredupnya pariwisata Senggigi.

Pemda ogah disebut lepas tangan. Pemerintah berdalih telah menyiapkan sejumlah intervensi untuk membangkitkan kembali wisata bahari itu. 

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB Jamaluddin Malady mengatakan telah menyiapkan intervensi berlapis. Baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), misalnya, telah meluncurkan program Senggigi Reborn.

Program itu di-launching langsung oleh Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungan kerjanya ke Lombok April lalu.

"Ini sebagai wujud pemulihan sektor pariwisata kawasan Senggigi," jelas Jamaluddin. 

Melalui keputusan presiden (Kepres), Senggigi juga telah ditetapkan sebagai kawasan pariwisata berkelanjutan bersama tiga Gili; Trawangan, Meno dan Air. 

"Sehingga pemerintah memiliki peran untuk membiayai penataan kawasan, mulai dari infrastruktur dan sarana prasarananya," jelas pria asal Sumbawa itu. 

Dia mengklaim penataan Pasar Seni Senggigi merupakan intervensi nyata yang dilakukan pemerintah pusat.

Tempat tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas pariwisata. Seperti pusat informasi, fasilitas kebersihan, penataan landscape, teater kesenian, plaza untuk kuliner, kios cinderamata, area parkir, musala dan fasilitas pendukung lainnya.

"Anggaran yang kami (Dispar NTB, Red) ajukan mencapai Rp 50 miliar," tutur Jamaluddin.

Kebutuhan anggaran itu mengacu pada detail engineering design (DED) yang sudah disusun. 

Menurutnya, proyek revitalisasi Pasar Seni Senggigi akan dilaksanakan secara bertahap.

Pembangunan tahap pertama tahun ini dialokasikan Rp 2,3 miliar.

Itu untuk membangun gapura dan tembok pembatas. Konsep gapura ini mengusung ciri khas Lombok. Yaitu model berugak dan akan didesain lebih futuristik.

Ke depan Pasar Seni Senggigi akan menjadi pusat kegiatan untuk mendukung berbagai kegiatan pariwisata. Seperti pertunjukkan seni dan budaya Lombok hingga ruang pameran. 

Berbagai sanggar seni akan diajak kerja sama oleh Dispar NTB untuk menampilkan atraksi kesenian di hadapan para turis.

"Kami yakin ketika sudah ada atraksi terjadwal seperti ini, turis akan berdatangan dan akan lebih lama menginap di Senggigi," papar Jamaluddin. 

Dia optimistis dengan revitalisasi Pasar Seni Senggigi yang lebih representatif, jumlah kunjungan wisatawan internasional akan terdongkrak.

Ini menjadi salah satu faktor penentu dalam menghidupkan kembali suasana Senggigi yang pernah berjaya di masa dulu.

"Kalau Pasar Seni Senggigi sudah ditata, event-event yang lain kami rancang. Tentunya bekerja sama dengan menggandeng Pemkab Lobar," kata mantan kepala Dinas Perkim NTB itu. 

Penerbangan Langsung

Selain itu, Pemprov NTB sedang mengupayakan kembali hadirnya penerbangan langsung Lombok-Australia.

Jamaluddin mengakui salah satu penyebab tingginya kunjungan wisatawan asing ke Senggigi karena faktor konektivitas Lombok-Australia.

Seperti diketahui maskapai Jetstar rute Perth-Lombok berhenti beroperasi pada Oktober 2014.

"Wisatawan asal Australia memang favoritnya dulu di Senggigi, mereka stay lama di sana," ucapnya. 

Saat ini, wisatawan Australia yang datang ke Senggigi banyak yang datang dari Bali menggunakan kapal cepat.

Sehingga untuk mendatangkan lebih banyak wisman, penerbangan langsung Lombok- Australia harus dibuka kembali.

"Pemprov sedang mengupayakan hadirnya direct flight dari Australia. Entah dari Perth atau Melbourne. Ini untuk menarik lebih banyak turis lagi," tandas Jamaluddin. 

 Dermaga Pelabuhan Senggigi 

Penjabat (Pj) Bupati Lombok Barat (Lobar) Ilham mengatakan, pihaknya bekerja keras untuk kebangkitan wisata Senggigi.

Saat ini yang menjadi prioritas adalah membenahi dermaga Pelabuhan Senggigi. 

Saat ini tempat sandar kapal terlalu pendek dan kecil. Sehingga kapal yang bisa sandar terbatas.

Nah, dengan menambah panjang dermaga, kapal yang bersandar bisa lebih banyak lagi. Sehingga turis yang masuk ke Senggigi bisa bertambah dengan jumlah yang lebih besar.

"Kalau tidak ada hambatan akan ditambah dengan dermaga baru tahun depan. Agar kapal besar juga bisa masuk," terangnya. 

Di sisi lain, Ilham membantah pemkab lepas tangan terkait penambahan fasilitas publik. Seperti keluhan tentang jalan kawasan Senggigi yang gelap.

Dia bilang pihaknya sudah memasang banyak lampu penerang jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Senggigi. 

Begitu juga dengan keluhan kebersihan. Pihaknya sering gotong royong untuk bersih-bersih di pesisir pantai Senggigi. 

"Yang paling penting kebersihan ini kita jaga bersama-sama. Tidak bisa semuanya diserahkan ke pemerintah saja. Ini kan tanggung jawab kita bersama," imbuhnya.

 Lebih jauh Ilham juga meminta masyarakat khususnya pelaku wisata untuk tidak menyalahkan pemerintah sepenuhnya atas meredupnya kegiatan wisata di Senggigi.

Menurutnya semua pihak punya kewajiban moral untuk sama-sama melakukan pembenahan. Kolaborasi dari semua stakeholder perlu dilakukan.

"Termasuk para pelaku wisata. Ini kan tergantung dari pelayanan ke tamu. Kalau pelayanan bagus tamu yang awalnya mau menginap semalam, jadi dua malam. Kuncinya mari kita kolaborasi," tandasnya. (yun/chi/mar/r5)

 

 

Editor : Kimda Farida
#Senggigi #Pemkab Lombok Barat #Pariwisata NTB #Pemprov NTB