Lansia Meninggal Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Lahan di Eyat Mayang Lembar

Sanchia Vaneka • Dipublikasikan Rabu, 9 Oktober 2024 | 22:47 WIB

PENDINGINAN: Petugas Damkar memadamkan kebakaran yang terjadi di gedung kelas MTs Putra Ponpes Nurul Hakim Kediri, Senin (2/9).
PENDINGINAN: Petugas Damkar memadamkan kebakaran yang terjadi di gedung kelas MTs Putra Ponpes Nurul Hakim Kediri, Senin (2/9).

LombokPost--Kejadian kebakaran lahan di Lombok Barat merenggut korban
jiwa.

Seorang Lansia bernama Sarinah warga Dusun Penyeleng Desa Eyat
Mayang, Lembar, meninggal akibat kebakaran lahan perbukitan di daerah
setempat, Senin (7/10).


Camat Lembar Agus Sutrisman yang dihubungi media membenarkan
kejadian kebakaran lahan tersebut yang menyebabkan korban meninggal
dunia.

”Korban diketahui bernama Sarinah alias Inaq Wan, warga Penyeleng Desa
Eat Mayang Kecamatan Lembar,” sebut Agus, Selasa (8/10).


Kejadian itu baru diketahui Senin sore oleh warga sekitar.

Pada saat kejadian, korban yang merupakan pemilik lahan sedang berada di lokasi.

Menurut informasi, korban saat itu berupaya memadamkan api.


”Korban berupaya memadamkan api, namun karena kondisi kebakaran dan
mungkin juga faktor usia, sehingga api membesar mengenai korban,” terangnya.

Baca Juga: Tergelincir Saat Mendaki Rinjani, WNA Asal Irlandia Jatuh ke Kedalaman Ratusan Meter


Korban yang mengalami luka bakar serius pada sekujur tubuhnya, langsung
dievakuasi ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan.

Namun korban meninggal di lokasi, sebelum tiba di puskesmas.


Luas lahan yang terbakar dipekirakan setengah hektare. Sementara
pemadaman lahan yang terbakar dilakukan hingga malam hari oleh tim, pihak
desa dan aparat serta Damkar.

”Alhamdulillah kebakaran bisa dipadamkan malam itu juga,” ujarnya.


Menurut Agus, faktor kebakaran lahan kemungkinan akibat kondisi cuaca yang sangat panas.

Menyebabkan kondisi lahan di daerah memang sangat kering hingga rawan terjadi kebakaran.

Dengan kejadian ini, jumlah kebakaran lahan di wilayah Lembar sudah terjadi tiga kali.

Selain di Eyat Mayang, juga terjadi di Gerepek dan Mareje.


Agus mengimbau warga agar tetap berhati-hati di tengah kondisi cuaca
ekstrem saat ini.

Warga juga diimbau agar tidak sembarangan membakar sampah dan lahan, karena rawan memicu kebakaran lahan.

Baca Juga: Warga Mekar Sari Keluhkan Galian Material untuk Bendungan Meninting


Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Moh Sahlan mengatakan pihaknya mendapatkan informasi kejadian kebakaran pada sore hari.

Selanjutnya, pihaknya menerjunkan dua kendaraan damkar ke lokasi.


Armada tiba di lokasi sekitar pukul 18.33 Wita dan mendapatkan informasi
bahwa terdapat satu orang meninggal dunia dalam kejadian ini.

Akibat beratnya medan ke lokasi kejadian, menyulitkan timnya melakukan pemadaman.

Sehingga pihaknya pun melakukan pemadaman dengan cara manual dan dibantu warga
setempat. (chi/r12)

Editor : Redaksi Lombok Post
kebakaran lahan