LombokPost--Bantuan anggaran dana siap pakai (DSP) Rp 200 juta akan diterima Pemkab Lombok Barat (Lobar) dari pemerintah pusat.
Anggaran itu untuk penaganan bencana kekeringan di Lobar yang berstatus siaga tanggap darurat.
”Masih proses administrasi (untuk pencairan), belum cair,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar Sabidin yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, akhir pekan lalu.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian air bersih untuk masyarakat.
Ini telah dibahas dalam rakor dengan sejumlah stakeholder yang terlibat untuk membantu penanganan kekeringan.
Selain membahas bantuan DSP, juga untuk mengatasi dan mengurangi bencana kekeringan. Sebab berdasarkan data BPBD kasus kekeringan terjadi di 17 desa di enam kecamatan.
”Kita harapkan jadwal pengiriman air ke desa-desa kekeringan yang sudah disusun bisa lancar,” terangnya.
BPBD Lobar berharap bantuan DSP untuk bencana tersebut bisa cair secepatnya. Agar bisa segera dipergunakan dalam penanganan kekeringan di Lobar.
Terlebih rencananya BPBD akan melibatkan pihak ketiga dalam pendistribusian air bersih ke dusun-dusun desa kekeringan.
”Jadi nanti BPBD tinggal monitoring, pendampingan dan membuat jadwal untuk pendistribusian,” tuturnya.
Meski demikian, penanganan kekeringan tetap dilakukan BPBD bersama staeholder terkait untuk pendistibusian air bersih. Mulai dari PDAM, PMI, Dinas Sosial, Damkar dan beberapa instansi terkait lainnya.
Bahkan dari awal bencana kekeringan hingga saat ini sudah lebih satu juta kubik air bersih sudah disalurkan.
”Tujuh armada mobil tangki air kita kerahkan, itu ada milik BPBD, PDAM, Damkar, Dinsos dan PMI,kadang-kadang juga di bantu BPBD provinsi,” rincinya.
Dari 17 desa yang terdampak kekeringan, kawasan Gerung, Kuripan dan Sekotong yang terparah.
Baik itu di kawasan dataran tinggi maupun kawasan pesisir pantai, mengalami kesulitan air bersih
Terkait dengan bantuan jangka panjang seperti sumur bor, BPBD masih berharap adanya bantuan dari para anggota DPRD Lobar.
Sebab dari dana pokok pikiran (Pokir) wakil rakyat itu beberapa sumur bor sudah terbangun.
Sebelumnya, Pj Sekda Lobar Fauzan Husniadi mengaku pemda serius dalam penanganan kekeringan itu.
Bahkan rapat Forkopimda sudah digelar agar bisa membantu dalam penanganan kekeringan di Lobar.
”Di rapat yang dipimpin sama pak bupati, kita sudah minta BPBD untuk mengintensifkan armada yang ada. Termasuk merincikan jadwal penyaluran air,” tandas Fauzan. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida