Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pembangunan Proyek Jembatan Senggigi Dikebut, Progres Pengerjaan Capai 85 Persen

nur cahaya • Kamis, 14 November 2024 | 08:37 WIB

 

PROYEK INFRASTRUKTUR: Para pekerja sedang mengerjakan proyek Jembatan Senggigi, Rabu (13/11). UMAR/LOMBOK POST
PROYEK INFRASTRUKTUR: Para pekerja sedang mengerjakan proyek Jembatan Senggigi, Rabu (13/11). UMAR/LOMBOK POST
 

LombokPost-Proyek pembangunan jembatan Senggigi sudah berlangsung sejak Agustus lalu. Hingga kini proyek infrastruktur itu terus dikerjakan.

Warga berharap proyek itu segera tuntas agar tidak lagi menimbulkan kemacetan di jalur wisata itu.

Ketua pelaksana proyek Putu Susila mengatakan, target pekerjaan tuntas sampai 31 Desember nanti.

Adapun progres pekerjaan kini sudah mencapai 85 persen.

”Pekerjaan skala besar sudah selesai. Sekarang tinggal finishing saja,” kata Putu, Rabu (13/11).

Pantauan Lombok Post tampak para pekerja sibuk melakukan pemadatan di badan jembatan.

Material berupa tanah dan kerikil ditumpuk lalu dipadatkan dengan alat berat.

Pemadatan dilakukan secara bergantian di sisi kiri dan kanan jembatan.

Material akan ditinggikan hingga 80 centimeter.

”Setelah itu baru diaspal. Lantai jembatan akan diaspal hingga 100 meter,” ujarnya.

Selain pemadatan material, sejumlah pekerja juga mengerjakan selokan di sisi kiri jembatan.

Selokan di sisi jembatan itu berfungsi untuk mengalirkan air agar tidak menggenang di badan jalan.

”Kami akan kebut terus. Karena ini kan sudah mulai hujan. Juga sering macet pada jam tertentu,” ucapnya.

Ketua Komisi III DPRD Lobar Fauzi meminta kontraktor mengebut pekerjaan.

Meskipun anggaran proyek itu bukan dari APBD Lobar, tapi masyarakat Lobar khususnya di wilayah Batulayar sangat terdampak pembangunan proyek infrastruktur itu.

Termasuk wisatawan yang melintasi kawasan pariwisata itu.

”Karena ini kan jalan satu-satunya. Tidak ada jalan yang lain sehingga gangguan macet sangat terasa,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Senggigi Mastur mengakui kemacetan parah kerap terjadi di kawasan yang masuk Dusun Loco, Desa Senggigi, itu. 

Pasalnya kawasan wisata Senggigi hanya memiliki satu jalur saja.

Tidak ada jalan alternatif lain. Sehingga kemacetan tidak bisa dihindarkan.

Mastur mengimbau para pengguna jalan dan wisatawan yang berkunjung ke Senggigi untuk bersabar selama pengerjaan proyek pembangunan jembatan berlangsung.

”Khusus para sopir travel yang membawa tamu ke bandara agar bisa mengatur waktu. Ini supaya tamu tidak sampai mengalami keterlambatan,” pungkasnya. (mar/r12)

Editor : Kimda Farida
#tamu #Senggigi #Pembangunan #Proyek #jembatan #waktu