Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kiprah Perwamaya Mengangkat Derajat Kaum Perempuan Lobar, Urusan Perempuan tidak Hanya Dapur, Sumur dan Kasur

Umar Wirahadi • Rabu, 4 Desember 2024 | 09:25 WIB

 

PEJUANG PEREMPUAN: Ninik Green (paling tengah) bersama pengurus Perkumpulan Wanita Maju Berdaya (Perwamaya) saat menggelar pelatihan kerja bagi perempuan dan disabilitas, beberapa waktu lalu.
PEJUANG PEREMPUAN: Ninik Green (paling tengah) bersama pengurus Perkumpulan Wanita Maju Berdaya (Perwamaya) saat menggelar pelatihan kerja bagi perempuan dan disabilitas, beberapa waktu lalu.
 

Di Kabupaten Lombok Barat sudah banyak perempuan dengan kiprah yang mentereng di ruang publik. Itu jadi bukti bahwa kaum Hawa bisa bekerja di berbagai bidang. Kesetaraan gender itu menjadi perjuangan Perwamaya. Tapi jangan sampai perempuan mengabaikan kodrat.

Kiprah Dewi yang bekerja sebagai mandor pemasangan paving block di PT Pelindo sudah diakui berkinerja bagus oleh para direksi BUMN itu. Sehingga perempuan asal Lembar itu terus diperpanjang kontraknya. Sebagai mandor, perempuan 35 tahun itu kini membawahkan sekitar 15 tukang. Semuanya adalah laki-laki. ”Dia salah satu yang kami bina. Prestasinya sangat bagus,” kata Ninik Green kepada Lombok Post, Senin (2/12).

Dia adalah ketua Perkumpulan Wanita Maju Berdaya (Perwamaya). Sejak berdiri pada Maret 2023, organisasi itu memang lebih fokus menyasar perempuan di Kabupaten Lobar. ”Memang fokus perjuangan kami sementara ini di Lombok Barat,” tutur Ninik.

Sebagai organisasi perempuan yang bergerak di bidang sosial, Perwamaya ingin mendongkrak kiprah kaum perempuan di ruang-ruang publik. Mereka ingin menaikkan harkat dan derajat kaum perempuan. Tidak hanya mengurus urusan domestik dalam rumah tangga. ”Saya katakan bahwa urusan perempuan tidak hanya dapur, sumur dan kasur,” ujarnya lalu tersenyum.

Namun juga bisa berkiprah banyak di ruang publik. Namun hal itu tidak lantas melupakan kodratnya sebagai seorang ibu dan istri. ”Perempuan itu multi talenta. Tapi sesibuk apapun perempuan bekerja tidak boleh mengabaikan kodratnya,” papar pengusaha perhotelan di Sekotong itu.

Baiq Dewi Septemi Abdiana, pengurus Perwamaya lainnya menyampaikan pihaknya juga menaruh perhatian serius atas akses pekerjaan bagi kaum perempuan. Termasuk peluang kerja di bidang infrastruktur. Pihaknya sudah beberapa kali menggelar pelatihan mandor dan pertukangan. Sebagian di antaranya sudah melalui uji sertifikasi keahlian tukang. ”Pesertanya ya kaum perempuan. Itu nggak masalah,” ujar Temy, sapaan karibnya.

Saat ini, tutur dia, pekerjaan bidang infrastruktur terlalu dimonopoli oleh laki-laki. Bahwa pekerjaan fisik seperti pembangunan gedung, jalan hingga jembatan dianggap hanya sebagai pekerjaan kaum Adam. ”Padahal banyak lho perempuan yang bisa di bidang infrastruktur,” tutur Kasubag Humas dan Hukum RSUD Patut Patuh Patju Lobar itu.

Perwamaya juga menggalakkan pembinaan UMKM ke emak-emak. Selama ini dia banyak melahirkan pelaku UMKM di kalangan ibu-ibu. Mereka menjadi pejuang ekonomi yang tangguh. ”Saat banyak kepala keluar terkena musibah PHK, ibu-ibu ini tampil sebagai penyelamat ekonomi keluarga,” tutur Afriana Widya Utami, anggota Perwamaya lainnya.

Dia menambahkan peran seorang perempuan tidak harus selalu di ruang publik. Seperti menjadi anggota DPRD atau ketua organisasi. Tapi menjadi ibu yang baik baik anak-anaknya adalah tugas yang paling mulia. Peranan ibu dalam membentuk pendidikan dini dalam keluarga sangat penting untuk membentengi moral anak-anak. ”Bagaimanapun ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak,” tuturnya.

Perwamaya juga ikut berjuang agar Lombok Barat menjadi kabupaten layak anak. Timbulnya sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan anak-anak dan remaja membuat sangat sedih. Menurutnya itu salah satu dampak dari pendidikan dalam keluarga yang tidak maksimal sehingga anak-anak membentuk berperilaku menyimpang. ”Maka peran ibu sangat dominan dalam membentuk pola asuh anak dalam keluarga,” tegas perempuan pengusaha alat kesehatan itu. (Umar Wirahadi/r12)

Editor : Akbar Sirinawa
#kesetaraan #BUMN #wanita #gender #perkumpulan #ruang publik