Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keluh Kesah Warga Terong Tawah Bertahun-Tahun Lewati Jalan Rusak, Hujan Jadi Kolam Kalau Cuaca Panas Jadi Jalur Off-Road

Umar Wirahadi • Kamis, 5 Desember 2024 | 17:57 WIB

 

RUSAK BERAT: Inilah kondisi Jalan Darul Hikmah, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi yang rusak berat. Tampak jalan terendam air usai hujan.
RUSAK BERAT: Inilah kondisi Jalan Darul Hikmah, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi yang rusak berat. Tampak jalan terendam air usai hujan.
 

LombokPost--Saat hujan, ruas jalan pasti kebanjiran. Tapi ketika cuaca panas, jalanan tidak ubahnya seperti jalur olahraga off-road.

Medannya ekstrem dengan permukaan jalan yang bergelombang dan berlubang di sana sini. Pengendara makin tersiksa karena jalanan penuh debu.

------------------------

Hujan lebat Sabtu pekan lalu (30/11) membuat Jalan Darul Hikmah, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, terendam.

Air menggenang sepanjang kurang lebih 80 meter. Ketinggian beragam.

Usai hujan sore itu terjadi insiden. Seorang mahasiswi bernama Baiq Widya Ayuningsih terjatuh dari motornya.

Dia tidak tahu kalau roda kendaraannya melewati jalan berlubang. Karena tidak bisa mengendalikan motornya, dia pun terjatuh.

”Saat itu jalan kan tergenang semua. Nggak tahu kalau jalan yang dilalui itu berlubang. Makanya jatuh,” tutur Syamsul Huda, warga yang melihat langsung insiden itu kepada Lombok Post.

Beruntung kendaraan di belakang bisa cepat ngerem. Sehingga mahasiswi STIKES Yarsi Mataram itu tidak sampai tertabrak kendaraan di belakangnya.

Tapi tas berisi laptop, HP dan peralatan kuliah semuanya basah.

”Saya tahu karena kejadian persis di depan saya jualan di sini,” ujar penjual ayam geprek itu.

Menurutnya itu bukan pertama kali pengendara terperosok dan jatuh di jalan berlubang itu. Kecelakaan sudah sering terjadi. Rata-rata adalah kecelakaan tunggal usai hujan lebat.

Pengendara sepeda motor jatuh karena tidak tahu kalau di depannya ada jalan berlubang.

”Tapi kecelakaan saat nggak hujan juga banyak,” tutur Khairunisa, pedagang lainnya.

Warga sangat berharap agar jalan Desa Terong Tawah segera diperbaiki.

Kondisi jalan sudah tidak layak dilalui. Apalagi saat musim hujan seperti saat ini.

Permukaan jalan semakin hancur oleh genangan air.

”Kalau sudah terendam air nggak bisa cepat surut. Karena nggak ada selokan,” ujar Zakiamani, pedagang lainnya.

Pantauan Lombok Post, jalan di sepanjang Terong Tawah menang tidak memiliki sistem drainase yang memadai. Hanya ada saluran kecil di sisi barat jalan.

Hal itu tidak mampu menampung debit air saat hujan. Air tidak bisa mengalir hanya menggenang di badan jalan.

Pemerintah Desa Terong Tawah sudah berkali-kali meminta Pemkab Lobar untuk memperbaiki jalan itu. Sebab infrastruktur itu berstatus jalan kabupaten.

Usulan diajukan melalui Kecamatan Labuapi dan diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemkab Lobar.

”Kami sudah mengajukan usulan perbaikan sejak 2019,” tutur Sekdes Terong Tawah Awalun Fahmi kepada Lombok Post.

Anggaran untuk memperbaiki sudah direncanakan pada tahun anggaran 2020. Tapi saat itu terjadi pandemi Covid-19.

Sehingga pemkab mengalihkan anggaran untuk penanganan Covid-19. Nah, tahun ini Pemdes Terong Tawah kembali mengusulkan perbaikan jalan itu.

”Alhamdulillah sudah ada respon. Pihak kecamatan mengabari kami kalau jalan Terong Tawah akan diperbaiki tahun 2025,” tutur Fahmi.

Fahmi menjelaskan kondisi Jalan Terong Tawah memang sudah sangat parah. Kerusakan parah terjadi sampai satu kilometer.

Padahal keberadaan jalan kabupaten itu sangat vital.

Di sepanjang jalan itu penuh oleh deretan toko. Pedagang kaki lima juga menjamur. Mereka membuka lapak di pinggir jalan setempat.

Ditambah lagi dengan banyaknya kompleks perumahan di jalur itu.

Sedikitnya ada 10 perumahan di jalan Terong Tawah. Setiap perumahan memiliki lebih dari 100 unit rumah. Sehingga ada seribu lebih rumah baru di jalur itu.

Tak pelak, kondisi itu menambah padat volume kendaraan di jalan Terong Tawah. Sehingga spesifikasi jalan sudah tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang demikian padat.

”Kami juga minta dilebarkan beberapa meter,” tandasnya.

Terpisah, Pemkab Lobar memastikan akan memperbaiki jalan Desa Terong Tawah tahun depan. Sekretaris Dinas PUTR Lobar Lalu Ratnawi menjelaskan pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar pada 2025 untuk proyek perbaikan jalan Terong Tawah. 

Disampaikan, anggaran sudah disepakati bersama DPRD Lobar. Selain ruas jalan, pihaknya juga akan memperbaiki sistem drainase. Sehingga tidak terjadi genangan saat hujan. ”Kami siap mengeksekusi perbaikan pada Februari atau Maret 2025. Mohon dukungan masyarakat untuk menjaga fasilitas ini setelah diperbaiki,” jelasnya. (Umar Wirahadi/r12)

Editor : Kimda Farida
#berlubang #Jalan #cuaca #Hujan #Jalur #panas #rusak