LombokPost-Jalan Darul Hikmah, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, semakin memprihatinkan.
Jalan kabupaten itu banjir usai hujan lebat, Jumat (6/12). Rendaman air membuat ruas jalan itu seperti sungai.
Pantauan Lombok Post tampak air menggenangi badan jalan Desa Terong Tawah. Panjang genangan sekitar 150 meter. Ketinggian air bervariasi.
Kondisi itu membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Khususnya pesepeda motor.
Sebab roda kendaraan rawan terperosok ke jalan berlubang.
”Saya tadi hampir jatuh. Karena roda motor masuk ke jalan yang ada kubangan,” kata Farihin, salah seorang pengendara.
Hingga pukul 17.00 Wita genangan belum surut. Air sulit surut karena tidak ada saluran yang memadai di sana.
”Tadi saat hujan air dari jalan raya sampai masuk ke teras ruko. Ini karena nggak ada saluran,” kata Tohirin, pemilik toko buah-buahan.
Sekretaris Desa Terong Tawah Awalun Fahmi mengatakan, infrastruktur itu semakin rusak berat.
Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang. Genangan air membuat aspal cepat terkikis.
”Lama-lama nanti aspalnya habis. Lihat saja banyak ruas jalan yang tinggal tanah bercampur pasir,” tutur Fahmi.
Agar jalan Terong Tawah tidak semakin rusak, dia meminta harus ada perbaikan darurat.
Itu sebelum dilakukan perbaikan fisik tahun depan. Misalnya berupa pengaspalan di bagian jalan yang bolong.
”Entah bagaimana caranya agar jalan ini tidak semakin rusak parah,” paparnya.
Di bagian lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam.
Mulai dari hujan lebat disertai angin kencang.
”Kondisi ini berpotensi terjadi sampai Januari tahun depan,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar Sabidin.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi NTB.
Disampaikan, fenomena La Nina berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah NTB. Khususnya Lombok Barat.
Sehingga masyarakat perlu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
”Kami terus lakukan sosialiasi ke masyarakat terkait bahaya ini,” tandasnya. (mar/r12)
Editor : Kimda Farida