LombokPost-Bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor kembali terjadi. Kali ini menimpa warga Dusun Duduk Atas, Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar. Satu unit rumah milik warga bernama Masri ambruk tertimbun tanah ke bawah tebing.
Insiden itu terjadi Selasa malam (10/12) pukul 23.00. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. SEbab Masri dan keluarganya sudah mengungsi ke rumah kerabatnya.
"Malam itu saya, anak dan istri tidak di rumah. Sudah ngungsi ke rumah keluarga," tutur Masri.
Dia mengaku sudah melakukan antisipasi sejak Senin lalu (9/12). Saat itu hujan deras disertai angin kencang terus terjadi. Akibatnya tanah tebing di samping rumahnya mulai retak-retak. Kondisi itu merembet ke lantai rumahnya. Sejumlah barang berharga langsung dipindah ke tempat yang lebih aman.
Antisipasi yang dilakukan Masri tepat. Selasa malam pukul 23.00 rumahnya ambruk tergerus tanah longsor.
"Memang ada pakaian dalam lemari ikut tertimbun. Nggak bisa saya selamatkan," tutur pria 41 tahun itu.
Kemarin, tim BPBD Lobar yang dipimpin Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar Sabidin langsung turun ke lokasi. Petugas membersihkan bekas tanah longsor. Petugas juga mengangkat bagian bangunan yang bisa diselamatkan. "Kami minta tempat ini steril. Jangan ada warga yang mendekat untuk menghindari longsor susulan," papar Sabidin.
Menurutnya, longsor susulan tidak mustahil terjadi. Sebab tampak tanah merekah di sekitar lokasi. Kondisi itu rentan memicu longsor susulan. Apalagi curah hujan masih tinggi.
Menurut Sabidin pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan imbauan ke seluruh camat se-Lobar. Agar mendata warga yang bermukim di dekat tebing atau di atas ketinggian untuk berhati-hati dengan potensi longsor.
"Kalau kondisinya sangat berbahaya saya minta penghuni untuk mengungsi dulu. Ini untuk menghindari kerugian lebih besar seperti jatuh korban jiwa," terang Sabidin. (mar/r13)
Editor : Redaksi Lombok Post