LombokPost-Banyak upaya yang bisa dilakukan pemerintah dan stakeholder pariwisata untuk memeriahkan kembali pariwisata Senggigi.
Salah satunya dengan menggenjot berbagai event. Itu efektif mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan. Baik dalam negeri maupun turis asing.
Hal itu ditegaskan General Manager (GM) Merumatta Senggigi Lombok Fahrurrazi.
”Kalau mau Senggigi ini bangkit lagi, pemerintah harus mengaktifkan banyak event,” kata Fahrurrazi.
Seperti yang dilakukan Manajemen Merumatta Senggigi Lombok dengan menggelar Merumatta Coast Trail (MCT).
Event lari lintas alam itu punya potensi besar meningkatkan geliat pariwisata Senggigi.
Buktinya ajang yang diikuti 550 peserta dari 20 negara.
Itu berdampak positif pada tingkat hunian hotel. Bukan hanya Hotel Merumatta tapi juga hotel di sekitarnya juga kecipratan tamu.
Selain itu, efek domino juga dirasakan pelaku UMKM penjual kuliner maupun merchandise.
”Yang menginap bukan hanya peserta. Tapi juga mereka memboyong anggota keluarganya ke Senggigi. Sehingga usaha penginapan dan UMKM merasakan manfaatnya,” papar Fahrurrazi.
Pihaknya pun meminta dukungan penuh dari pemerintah. Baik Pemkab Lombok Barat (Lobar) maupun Pemprov NTB. Untuk meramaikan kembali pariwisata Senggigi, butuh kerja sama dan kolaborasi semua pihak.
”Kami ingin membesarkan Senggigi melalui acara ini,” paparnya.
Untuk menggelar event bertaraf internasional itu, semua biaya dibebankan pada pihak hotel. Pihaknya sangat berharap dukungan Pemkab Lobar dan Pemprov NTB.
Bukan hanya saja dari promosi, tetapi juga dukungan dana yang signifikan.
”Karena ini kan sebetulnya untuk kepentingan pariwisata Lombok,” tegasnya.
Ajang MCT, sambung dia, bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah.
Pendapatan asli daerah (PAD) bisa didapatkan melalui pajak hotel, restoran dan akomodasi lainnya.
”Jika pemerintah memberikan dukungan dana, maka akan banyak wisatawan dari berbagai negara yang datang. Ini tentu akan meningkatkan pendapatan daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini mengatakan banyak cara untuk membangkitkan kembali pariwisata Senggigi.
Program yang paling urgent adalah memperbanyak event. Baik yang bersifat jangka panjang yang terjadwal setiap tahun maupun jangka pendek.
Seperti menggelar bazar kuliner yang dibalut dengan pertunjukkan kesenian dan budaya. Misalnya peresean, gendang beleq maupun tarian-tarian khas Sasak.
Event seperti ini bisa digelar beberapa hari secara berkelanjutan.
”Kalau sudah ada acara kesenian seperti ini turis akan datang dengan sendirinya. Awalnya mereka menginap semalam, tapi karena ada event jadi bermalam-malam. Ini menguntungkan hotel maupun UMKM,” ujarnya.
Menurutnya, semua harus berkolaborasi untuk kemajuan pariwisata Senggigi.
Mulai dari pemerintah Provinsi NTB, Pemkab Lombok Barat, pengelola hotel, pemeientah desa, warga di sekitar Senggigi.
”Tapi semua muaranya adalah pemerintah. Kita sebagai stakeholder pariwisata siap pendukung program pemerintah,” tandasnya. (mar/r8)
Editor : Kimda Farida