Kali ini, tercatat sebanyak 10 ribu bibit mangrove ditanam di kawasan Bangko Bangko, Sekotong.
Dalam gerakan tanam 10 ribu mangrove ini, PT APC melibatkan sejumlah stakeholder.
Di antaranya, PT Source Indonesia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB, KKN UGM Yogyakarta, Dosen Ilmu Kelautan UNRAM, Mapala FKIP Unram dan LIDI NTB.
Tercatat ada 70 orang yang ikut dalam aksi peduli lingkungan pesisir ini. Sebanyak 25 orang di antaranya merupakan karyawan PT APC.
”Gerakan penanaman pohon mangrove ini diawali dengan menanam 1.500 pohon mangrove di Bangko-Bangko. Ini merupakan bentuk kepedulian kami bersama semua pihak untuk melestarikan lingkungan,” ujar Presiden Direktur PT APC Francesco Bruno, Rabu (5/2).
Penanaman mangrove ini dilakukan secara bertahap hingga mencapai target 10 ribu pohon.
Pihaknya menargetkan minimal 80 persen bibit mangrove akan tumbuh dalam 12 bulan ke depan.
Francesco berharap, gerakan ini berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan.
Di samping itu, juga dicontoh untuk diterapkan di daerah lain, terutama di kawasan pulau pulau kecil.
Tidak hanya penanaman pohon mangrove, APC juga menginisiasi gerakan peduli sosial lainnya di NTB.
Francesco mengatakan sebagai perusahaan yang beraktivitas di lima lokasi di NTB, pihaknya berkomitmen memberikan yang terbaik untuk masyarakat NTB.
Lebih lanjut, Francesco menjelaskan APC merupakan bagian dari The Autore Group, sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di Sidney Australia sejak 1991.
Perusahaan ini selanjutnya beraktivitas di Pulau Lombok dan Sumbawa, NTB sejak 2006.
APC memiliki lima lokasi tempat budidaya, empat di Pulau Lombok dan satu di Pulau Sumbawa.
Yakni di Malaka Lombok Utara, Labuan Pandan dan Tanjung Ringgit di Lombok Timur, Sekotong Lombok Barat, dan Sumbawa Barat.
”Kami sudah beroperasi sejak lama di NTB bahkan sudah memiliki lebih kurang 500 tenaga kerja dan sudah berinvestasi miliaran rupiah kepada pemerintah daerah NTB,” jelasnya.
”Salah satunya melalui pajak dalam tiga tahun terakhir sebesar Rp 49 miliar dan CSR senilai Rp 4 miliar dalam tiga tahun terakhir,” tandasnya. (fer)
Editor : Kimda Farida