Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KPU Lobar Evaluasi Tingkat Partisipasi Pemilih dalam Pilkada

Umar Wirahadi • Rabu, 26 Februari 2025 | 12:32 WIB

 

LombokPost

EVALUASI: Komisioner KPU Lobar menggelar FGD sebagai evaluasi pelaksanaan Pilkada Lobar 2024 lalu.
EVALUASI: Komisioner KPU Lobar menggelar FGD sebagai evaluasi pelaksanaan Pilkada Lobar 2024 lalu.

 

 

LombokPost-Menaikkan tingkat partisipasi pemilih dalam perhelatan pilkada masih menjadi pekerjaan rumah KPU Lombok Barat (Lobar). Dalam Pilkada Lobar 2024 lalu, tingkat partisipasi hanya 76 persen. Jauh dari partisipasi Pemilu 2024 yang mencapai 87,90 persen. 

Hal itu menjadi evaluasi KPU Lobar dalam focus group discussion (FGD) yang digelar Selasa (25/2). "Kami menyadari memang ada perbedaan partisipasi saat pilkada 2024 dengan pemilu 2024," kata Ketua KPU Lobar Lalu Rudi Iskandar. 

Disampaikan, banyak faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi. Salah satunya karena kepesertaan pemilu dari partai politik. Kondisi itu memengaruhi daya jelajah sosialisasi yang dilakukan peserta pemilu. 

Rudi menambahkan jumlah TPS juga berpengaruh. Dalam Pileg/Pilpres 2024, jumlah TPS di Lombok Barat mencapai 2.207 titik. Dalam pilkada hanya 991 TPS. Kondisi itu membuat sebagian pemilih enggan datang ke TPS karena jauh dari tempat domisili. "ni semua jadi bahan evaluasi untuk menggenjot lagi tingkat partisipasi dalam pilkada ke depan," jelas Rudi. 

 Forum FGD itu mengundang berbagai stakeholder. Seperti Bawaslu Lobar, parpol pengusung calon bupati dan wakil bupati, pemantau pemilu hingga media massa. 

Semua ikut mengevaluasi pelaksanaan Pilkada untuk menyongsong pelaksanaan Pilkada lima tahun mendatang. "Setiap saran dan masukkan ini kami terima sebagai bahan pembenahan di pilkada ke depan," tandas Rudi. 

        Selain tingkat partisipasi, FGD juga mengevaluasi setiap tahapan dalam pilkada. Mulai tahap perencanaan, penyusunan anggaran, pencalonan, sengketa administrasi, pelaksanaan kampanye, pungut hitung hingga sengketa hasil. "Kegiatan ini memang diniatkan untuk identifikasi permasalahan agar jadi perbaikan kualitas demokrasi di Lobar. Khususnya saat momen pilkada," papar Komisioner KPU Lobar Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Abdul Aziz Fatriyawan. (mar)

Editor : Pujo Nugroho
#partisipasi pemilih #Pilkada #KPU Lobar #KPU