Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Persoalan Rumah Singgah, Pemprov NTB Harus Belajar dari Lobar!

Hamdani Wathoni • Sabtu, 8 Maret 2025 | 10:45 WIB
BERI BANTUAN: Anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat menyalurkan bantuan bagi warga Lobar yang ada di rumah singgah Denpasar untuk berobat di RS Sanglah Bali, Jumat (7/5).
BERI BANTUAN: Anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat menyalurkan bantuan bagi warga Lobar yang ada di rumah singgah Denpasar untuk berobat di RS Sanglah Bali, Jumat (7/5).

LombokPost - Pemprov NTB dan kabupaten kota lain yang ada di NTB harus belajar ke Pemkab Lombok Barat (Lobar).

Kaitannya dengan kisruh rumah singgah yang saat ini berpolemik antara pihak RSUD Provinsi NTB dan sejumlah keluarga pasien. 

Di Lobar, persoalan rumah singgah ini sudah tuntas diselesaikan oleh Pemkab Lobar bersama anggota dewan.

Bahkan, mekanisme penyiapan rumah singgah yang dilakukan oleh Pemkab Lobar ini layak ditiru.

"Untuk rumah singgah, kami siapkan bagi warga Lobar yang berobat atau dirujuk ke RS Sanglah Bali. Itu kami sewakan rumah Rp 150 juta per tahun," jelas anggota Komisi IV DPRD Lobar Dr. Syamsuriansyah.

Rumah yang disewakan oleh Pemkab Lobar ini terdiri dari sekitar tujuh kamar. Dikelola Dinas Sosial bekerja sama dengan Endri's Foundation.

Pasien dan keluarganya yang berasal dari Lobar bisa menempati rumah singgah ini tanpa biaya alias gratis.

Rumah singgah ini diharapkan bisa membantu warga yang berobat jalan di RS Sanglah Bali.

"Banyak pasien asal Lobar yang memanfaatkan rumah singgah ini. Ada pasien tumor kaki, tumor tulang, leukimia, serta penyakit yang tidak bisa ditangani RSUD Provinsi NTB dirujuk ke RS Sanglah Bali," paparnya.

Selain menyiapkan tempat menginap, Pemkab Lobar dan Komisi IV DPRD juga rutin memberikan bantuan kepada warga Lobar yang ada di rumah singgah. Seperti yang dilakukan Jumat (7/3), Komisi IV memberikan bantuan sembako berupa beras, mi instan, serta bantuan uang tunai.

"Kami harapkan di momentum Bulan Ramadan, bantuan ini bisa membatu warga. Karena ada beberapa warga yang harus mengikuti perawatan delapan bulan bahkan sampai satu tahun di RS Bali," paparnya.

Dengan kehadiran rumah singgah ini, warga Lobar bisa terbantu tempat tinggal hingga kebutuhan makan dan minumnya.

Lebih lanjut, Doktor Syam, sapaannya berharap langkah yang dilakukan Pemkab Lobar ini bisa menjadi role model daerah lain.

Mengingat persoalan rumah singgah kini tengah jadi polemik di NTB. 

"Anggaran Rp 150 juta tidak sebanding dengan nilai kemanusiaan. Saya yakin kabupaten kota lain juga bisa menyiapkan rumah singgah bagi warganya yang dirujuk ke luar daerah," ucap Ketua Fraksi Perindo tersebut.

Selain dimanfaatkan oleh warga Lobar, rumah singgah ini juga kerap dimanfaatkan warga dari kabupaten kota lain di NTB. Ada yang dari Bima, Dompu dan lainnya. 

"Prioritasnya bagi warga Lombok Barat. Tetapi ketika ada kamar yang kosong, kami bolehkan untuk warga kabupaten kota lain dari NTB," urainya.

Sehingga, kadang rumah singgah yang disiapkan Pemkab Lobar ini menjadi miniatur NTB.

Lantaran penghuninya berasal dari berbagai kabupaten kota yang ada di NTB. (ton)

Editor : Kimda Farida
#RSUD NTB #Pemprov NTB #Pemkab Lobar #rumah singgah