LombokPost-Kebakaran hebat terjadi di Dusun Longseran Barat, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kamis (13/3) dini hari. Kebakaran ini terjadi di kandang peternakan ayam yang berisi ribuan ayam boiler. Kejadiannya sekitar pukul 01.00 Wita dinihari. ”Api terlihat dari kandang ayam menjulang ke atas. Ada juga terdengar suara ledakan yang bikin kami panik,” ungkap Abduh Hadi, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
Saat kebakaran terjadi, Hadi mengaku dirinya baru saja tertidur sekitar satu jam. Namun suara teriakan warga membuatnya terbangun, setelah dilihat, api yang hanya berjarak puluhan meter dari rumahnya menjulang tinggi dengan asap hitam mengepul.
”Saya buru-buru amankan keluarga dan barang berharga. Khawatirnya apinya menjalar karena dekat dengan rumah saya,” akunya.
Beruntung tak berselang lama pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 02.00 Wita. Sehingga api yang sempat dikhawatirkan menjalar akhirnya bisa dipadamkan.
Sementara Tapaul Rozi, pemilik kandang menuturkan kronologi kebakaran berawal dari pemanasan ayam boiler yang berusia 5 hari. Sejumlah pekerja yang ada di kandang saat itu standby di lokasi. Mengingat kandang ini memang harus dijaga 24 jam secara bergantian.
”Namun tiba-tiba ada suara letupan dari dalam kandang. Ketika di cek, api sudah menyala dan menyebar kemana-mana diduga akibat kebocoran tabung gas 12 kilogram,” bebernya.
Pekerja yang ada di lokasi sebenarnya sudah menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR). Hanya saja, api yang sudah menjalar sudah terlanjur besar sehingga tak bisa dipadamkan menggunakan APAR yang ada di lokasi. Melihat api sudah tidak bisa dipadamkan, pekerja bergegas menyelamatkan diri.
”Kandang ini memiliki tiga lantai, isinya sekitar 17 ribu ekor ayam usia 5 hari. Kemudian ada pakan, tabung gas, serta beberapa mesin genset yang ikut terbakar,” ungkap Tapaul.
Konstruksi kandang yang terbuat dari kayu, terpal, hingga di dalamnya terdapat sekam yang digunakan untuk kandang ayam menyebabkan api cepat membesar. Beruntung, saat kebakaran terjadi, tidak ada pegawai yang sedang tertidur. ”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” cetusnya.
Akibat kejadian ini, dugaan kerugian mencapai Rp 2 miliar. ”Bangunannya saja Rp 1,3 miliar. Dengan ayam, pakan, dan mesin di dalamnya kira-kira sampai Rp 2 miliar,” akunya.
Tim dari Polresta Mataram kemarin langsung menerjunkan Tim Inafis untuk mengecek penyebab kebakaran yang terjadi di peternakan ayam tersebut. (ton/r8)
Editor : Pujo Nugroho