LombokPost-Harapan masyarakat Desa Terong Tawah yang tinggal di pemukiman dan kompleks perumahan akhirnya terwujud tahun ini. Pemkab Lombok Barat (Lobar) telah menganggarkan pembangunan Jalan Terong Tawah yang rusak parah. Lelang proyek perbaikan jalan dengan pagu anggaran Rp 6,4 miliar tersebut telah selesai dilakukan Pemkab Lobar.
”Tinggal penetapan pemenang. Proses lelang sudah selesai, jadi pekan ini tinggal penetapan pemenang lelang,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar Lalu Winengan kepada Lombok Post.
Total panjang jalan yang akan diperbaikin mencapai 1,2 kilometer. Dari data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Lombok Barat, pemenang lelang proyek ini diketahui PT Sinar Emas Samudra. Perusahaan tersebut beralamat di Jalan Setia Budi, Nomor 28, Lingkungan Temacun, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Perusahaan tersebut memenangkan lelang dengan harga penawaran Rp 6,1 miliar. Setelah diumumkan pemenang lelang proyek jalan Terong Tawah, pengerjaannya diperkirakan sudah mulai dilakukan bulan depan. ”Mei sudah bisa dikerjakan. Kalau untuk berapa lama pengerjaannya, nanti kita lihat dalam kontrak apakah lima atau enam bulan,” ucap Winengan.
Dia berharap masyarakat bersabar atas keluhannya mengenai jalan rusak yang ada di Terong Tawah. Pemkab Lobar telah memberikan atensi terhadap hal ini. ”Ya sabar, kan ada proses. Jangankan buat jalan, buat jajan saja kan ada proses,” jelasnya.
Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi juga mengatakan jika perbaikan jalan tersebut menjadi prioritas Pemkab Lobar tahun ini. Menyusul banyaknya keluhan warga mengenai kerusakan jalan yang membahayakan. Di satu sisi, dia juga mengaku ada beberapa ruas jalan yang rusak dan butuh perbaikan segera. Seperti yang ada di Sekotong dan daerah lainnya. Namun Jalan Terong Tawah menjadi prioritas.
Untuk daerah yang memiliki keluhan sama dengan Desa Terong Tawah, Ivan mengatakan Pemkab Lobar pasti juga akan memberikan atensi. Hanya saja tentu ada skala prioritas yang harus dikerjakan. Sementara di satu sisi anggaran sangat terbatas. Ditambah dengan efisiensi menyebabkan pemangkasan anggaran sekitar Rp 47 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Namun belakangan, informasinya pemangkasan DAK bakal dikembalikan ke Pemkab Lobar di pertengahan tahun mendatang. Sehingga beberapa ruas jalan yang rusak parah akan tetap diperbaiki. (ton/r8)
Editor : Pujo Nugroho