Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kades Kekait Tegaskan Situasi Kondusif, Dugaan Pelecehan Seksual Mencuat Santri Dipulangkan

nur cahaya • Rabu, 23 April 2025 | 15:53 WIB

 

SEPI: Para santri yang ada di Ponpes NN, Desa Kekait Lombok Barat dipulangkan setelah mencuatnya isu dugaan pelecehan seksual oleh pengurus ponpes.
SEPI: Para santri yang ada di Ponpes NN, Desa Kekait Lombok Barat dipulangkan setelah mencuatnya isu dugaan pelecehan seksual oleh pengurus ponpes.
 

LombokPost-Para santri dan santriwati Ponpes NN, Desa Kekait, Lombok Barat telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Menyusul dilaporkannya Ketua yayasan ponpes tersebut atas dugaan pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati selama beberapa tahun terakhir.

”Semuan santri dan santriwati telah dipulangkan ke rumahnya masing - masing. Cuma yang kelas 9 bolak -balik karena sedang menghadapi ujian nasional,” terang Kepala Desa Kekait Masjudin Dahlan kepada Lombok Post, Selasa (22/4).

Pemulangan para santri ini merupakan permintaan para wali santri. Langkah ini juga untuk mencegah gejolak terjadi di tengah masyarakat. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. ”Alhamdulillah situasi dan kondisi masyarakat kondusif karena proses hukum oknum yang diduga pelaku sudah berjalan di aparat penegak hukum,” ujarnya.

Saat ini Ketua Yayasan Ponpes NN inisial AF sedang diperiksa aparat Polresta Mataram, hal ini yang membuat warga bisa menahan diri karena proses hukum sudah ditindaklanjuti aparat berwenang.

Photo
Photo

Dengan situasi saat ini, kades berkoordinasi dengan semua pihak berupaya meminta masyarakat menjaga kondusivitas dengan menyerahkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum.

Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini bersama pihak Kemenag Lobar, pihak Polresta Mataram dan Camat Gunungsari juga langsung turun ke Desa Kekait. Bupati menyerap informasi secara langsung dari pemerintah desa dan pihak terkait menyangkut peristiwa dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan pengurus Ponpes.

Namun yang menjadi penekanan bupati adalah bagaimana pasca kejadian ini, kondusivitas wilayah bisa tetap terjaga. Jangan sampai terjadi hal yang bisa merugikan masyarakat. ”Kami harap pemerintah desa bisa berkoordiasi dengan Polsek Gunungsari dan instansi terkait menjaga kondusivitas wilayah,” katanya.

Pantauan Lombok Post, kondisi Ponpes NN kemarin sudah mulai sepi. Tak ada santriwati yang tinggal di asrama. Begitu juga dengan para pengurus ponpes, semua sudah pulang ke rumah masing-masing. Informasi yang diserap dari warga, mereka tak menyangka AF dilaporkan atas dugaan tindakan asusila. Lantaran, selama ini terduga pelaku dikenal baik dan bisa membaur dengan masyarakat. (ton/r8)

Editor : Pujo Nugroho
#Gunungsari #Ponpes #aparat penegak hukum #Lombok Barat #santriwati #pelecehan seksual