Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RSUD Tripat Gerung Bakal Jadi Rumah Sakit Pendidikan

Hamdani Wathoni • Rabu, 30 April 2025 | 11:10 WIB
BERBAGI: Dirut RSUD Tripat dr. Suriyadi saat memberikan bingkisan kepada pasien sebagai peringatan HUT RSUD Tripat ke-20, kemarin.
BERBAGI: Dirut RSUD Tripat dr. Suriyadi saat memberikan bingkisan kepada pasien sebagai peringatan HUT RSUD Tripat ke-20, kemarin.

LombokPost – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung merayakan hari jadinya yang ke-20 tepat hari ini. Di usianya saat ini, RSUD Tripat menargetkan bulan depan naik kelas menjadi rumah sakit pendidikan.

”Tanggal 15 Mei nanti, kami akan menjadi rumah sakit pendidikan. Tanggal 15 Mei kami akan divisitasi oleh Kemenkes dan asosiasi rumah sakit pendidikan,” jelas Direktur RSUD Tripat Gerung dr. Suriyadi kepada Lombok Post, Selasa (29/4).

Tim dari Kemenkes nantinya akan melakukan penilaian kesiapan dan kelengkapan RSUD Tripar untuk menjadi rumah sakit pendidikan. Suriyadi berharap rumah sakit milik Pemkab Lobar ini bisa dinyatakan layak untuk menjadi rumah sakit pendidikan. Agar sesuai dengan visi rumah sakit yang unggul, inovatif dalam memberikan pelayanan dan pendidikan.

”kami tidak hanya memberikan pelayanan tetapi juga bagaimana mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya,” terangnya.

Saat ini, RSUD Tripat telah bekerja sama dengan berbagai universitas atau perguruan tinggi bidang kesehatan. Baik yang ada di lingkup Provinsi NTB, nasional maupun internasional. Misalnya dengan Unram, Poltekkes Mataram, hingga beberapa Fakultas Kedokteran lainnya yang ada di Mataram. Kemudian untuk penelitian, RSUD Tripat bekerja sama dengan UGM.

Salah satunya penelitian mengenai virus disentri pada anak. Mereka melakukan penelitian untuk membuat vaksin penyakit tersebut. Tak hanya itu, RSUD Tripat juga bekerja sama dengan Unpad untuk menangani penyakit bibir sumbing.

”Di luar Negeri kami bekerja sama dengan Fukushima University terkait public health. Kemudian ada Universitas di Belanda juga yang 11 kali melakukan operasi bibir sumbing di sini,” paparnya.

Hal ini membuat pihak rumah sakit akan mengembangkan pusat penanganan bibir sumbing di RSUD Tripat. Tak hanya itu, RSUD Tripat juga bekerja sama melaksanakan program sister hospital dengan RSUD Provinsi NTB, kerja sama pelayanan dengan RS Sanglah Bali, RS Jantung Harapan Kita, RS Dharmais, RS Pusat Otak Nasional, RS Cipto Mangunkusumo dan yang lainnya.

”Prinsipnya kami sadar kita tidak bisa jalan sendiri tetapi harus kolaborasi,” tambah Suriyadi. Sebagai wujud rasa syukur atas usia RSUD yang ke-20, pihak rumah sakit akan melaksanakan kegiatan internal menggelar zikir dan doa bersama anak yatim yang ada di sekitar rumah sakit. (ton)

Editor : Jelo Sangaji