LombokPost - Pemberangkatan jamaah calon haji asal Lombok Barat (Lobar) tahun ini menghadapi hambatan. Ratusan jamaah calon haji sampai saat ini belum bisa dipastikan berangkat ke tanah suci akibat persoalan visa.
Beberapa jamaah yang harusnya berangkat pada kloter satu, Jumat (2/5), terpaksa harus menunggu pada pemberangkatan berikutnya karena visanya belum keluar. ”Memang ada sekitar 200 lebih jamaah yang belum keluar visanya. Ini bukan masalah di Lombok Barat saja, ini masalah se-Indonesia,” jelas Kepala Kantor Kemenag Lobar Hariyadi Iskandar kepada Lombok Post.
Persoalan visa yang belum keluar ini merupakan persoalan yang terjadi di pemerintahan Arab Saudi. Kaitannya dengan sistem E-Hajj yang diterapkan pemerintah di sana. Kemenag Lombok Barat bahkan Pemprov NTB tak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini. Mereka kini hanya bisa menunggu hasil komunikasi Kemenag Pusat dengan pemerintah Arab Saudi.
”Yang belum keluar visanya masih bisa berangkat 9 dan 11 Mei, masih ada waktu,” lanjut mantan Kepala Kantor Kemenag Mataram tersebut.
Dia mengimbau jamaah calon haji tetap bersabar dan tidak gusar. Karena pamerintah tidak tinggal diam dengan situasi ini. Semua jamaah pastinya diupayakan berangkat tahun ini. Tinggal waktunya yang memang agak mundur dari jadwal seharusnya akibat persoalan visa.
Ditanya apakah kendala visa ini bisa mengancam jamaah calon haji gagal berangkat ke tanah suci, Hariyadi buru-buru membantahnya. ”Tidak sampai seperti itu, tetap jadi berangkat,” tegasnya.
Hariyadi menuturkan waktu pemberangkatan jamaah calon haji ke tanah suci masih panjang. Batasnya sampai 25 Mei mendatang. ”Kami harap para jamaah calon haji bisa bersabar,” pungkasnya.
Akibat persoalan visa ini, beberapa pasangan suami istri calon jamah haji terpaksa gagal berangkat bersama. Salah satunya yakni Kades Labuapi, Amanah. Dia yang semula berencana berhaji tahun ini bersama istrinya harus rela berangkat terpisah karena visa istrinya belum keluar. ”Katanya visanya belum keluar, makanya jalan duluan sendiri,” akunya.
Dia berharap, persoalan visa ini bisa segera selesai agar istrinya bisa segera berangkat. Sehingga mereka bisa melaksanakan ibadah haji secara bersama-sama di tanah suci.
Senada dengan Amanah, Rian, warga lainnya juga merasa gusar akibat masalah visa ini. Sampai saat ini, visa keluarganya belum juga keluar. Padahal pemberangkatan tinggal beberapa hari lagi. Hal ini kemudian membuatnya merasa ada yang janggal dalam pelaksanaan haji tahun ini. ”Beberapa hari lagi mau berangkat, tapi sampai sekarang belum keluar visa keluarga saya yang mau naik haji,” tandasnya. (ton/r8)
Editor : Pujo Nugroho