Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

CFN dan CFD Gerung, Panggung Hiburan Hingga Ladang Cuan

Hamdani Wathoni • Senin, 2 Juni 2025 | 09:12 WIB
MAKIN RAMAI: Peserta fun walk saat car free day Gerung, Minggu (1/6) makin ramai setiap akhir pekan.
MAKIN RAMAI: Peserta fun walk saat car free day Gerung, Minggu (1/6) makin ramai setiap akhir pekan.

LombokPost - Sejak diluncurkan pada bulan April lalu, kegiatan Car Free Nite (CFN) yang digagas oleh Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) berkolaborasi dengan semua perangkat daerah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Kegiatan ini berhasil menarik perhatian masyarakat dan memberikan dampak positif dalam menghidupkan kembali Kota Gerung sebagai pusat kegiatan dan ibu kota kabupaten.

“CFN bukan sekedar ajang berkumpul, tapi juga bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada,” ujar masyarakat Wakil Bupati Lobar Nurul Adha, Sabtu malam (31/5).

Baca Juga: CFN Gerung Makin Dahsyat, UMKM Menggeliat

Setiap akhir pekan, dimulai sejak Sabtu sore, pusat Kota Gerung yang berada di jalan Soekarno-Hatta selalu ramai.

Tepatnya di kawasan depan Kantor Bupati Lobar dipadati oleh warga dari berbagai kalangan yang datang untuk menikmati suasana malam bebas kendaraan.

Tingginya animo masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memanfaatkan momen ini untuk bereakreasi, berolahraga, menikmati hiburan hingga berburu kuliner.

Tidak hanya menjadi ruang rekreasi, CFN juga dimanfaatkan sebagai ajang kreativitas bagi para pemuda dan seniman lokal.

Berbagai pertunjukan musik, tari, dan pertunjukan seni lainnya hadir memeriahkan suasana, memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan berkarya di ruang publik.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lobar.

Baca Juga: Gerakkan Roda Ekonomi, CFN Gerung Membludak Diserbu Warga

Terdapat stand kuliner, kerajinan tangan, dan produk lokal lainnya yang memikat area CFN.

Membuka peluang pemasaran untuk meningkatkan pendapatan para pelaku usaha lokal.

“Kami menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat dan para pelaku UMKM yang ikut memeriahkan kegiatan ini,” ucap Ummi Nurul, sapannya.

Pada kesempatan yang sama, Wabup juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada selaku tuan rumah dalam penyelenggaraan CFN.

Direktur RS Awet Muda Narmada Erick Gunawan menyampaikan jika Kegiatan Car Free Nite dan Car Free Day saat ini sedang trending di Lombok Barat.

"Menurutku luar biasa. Tumben mungkin ya keramaian di Kota Gerung seperti minggu-minggu terakhir ini," ucap Erick.

Ia sangat berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang spontan dijalani oleh masyarakat.

“Namun, kita juga harus lebih tertib, terutama soal sampah. Perlu lebih banyak tempat sampah di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, karena itu masih menjadi tantangan utama,” pesannya.

Baca Juga: CFN Hingga Fun Walk Berhasil Hidupkan Kota Gerung, Lombok Barat

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, CFN diharapkan terus menjadi momentum membangun Kota Gerung yang hidup, bersih, tertib, dan produktif sebagai jantung baru Lobar.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Lobar Agus Gunawan mengatakan CFN menjadi bentuk bangkitnya semangat kolaborasi dan gotong royong antar OPD di Lobar.

Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Sesuai harapan Pak Bupati dan Ibu Wabup sebagai penggagas CFN ini bahwa CFN dihajatkan sebagai wadah pembinaan dan pelestarian nilai-nilai seni budaya, terutama bagi pelajar, sanggar seni budaya, lembaga adat, dan komunitas seni budaya lainnya,” kata Agus, sapaannya.

Baca Juga: 100 Hari Kerja LazaAdha, Mampu Hidupkan Kota Gerung, Dihadang Persoalan Sampah

CFN dan CFD disebut dengan Penas, yakni Pentas Atraksi Seni Budaya.

Selain itu CFN ini juga sebagai wadah tumbuhnya ekonomi kreatif melalui UMKM serta ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Ke depannya, penyelenggaraan CFN akan terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya sampai dengan rampungnya Alun-Alun Kota Gerung.

“Mari kita jaga CFN dengan semangat tenteram, keamanan, kebersihan, dan silaturahmi antara pemda dan masyarakat,” imbaunya. Dampak positif CFN ini dirasakan langsung Ayumi, salah satu pedagang di kawasan CFN. Perempuan yang sehari-hari berjualan di kawasan pemerintahan Lobar ini mengaku mendapatkan keuntungan berlipat sejak berjualan di kawasan pusat CFN.

"Alhamdulillah bisa dua kali lipat," cetusnya saat ditemui di lokasi CFN. Tidak hanya itu, ia mengaku pada CFN kali ini dirinya membawa jenis dagangan yang lebih variatif untuk menarik pembeli yang lebih banyak.

"Sejak minggu kemarin, saya bawa jajanan makanan yang lain. Sebelumnya kan cuma snack dan kopi," tambahnya. Tidak kalah dengan Ayumi,

Supiani, pedagang sate bulayak asal Narmada juga merasakan manisnya berjualan saat kegiatan CFN.

Minggu kemarin Alhamdulillah habis. Sekarang kita bawa porsi lebih banyak lagi, ini sekitar 80 porsi dan sudah tinggal sedikit, ucap Supiani sambil memanggang sate.

Baca Juga: Tiga Bulan Pertama Bakal Rapikan Birokrasi, Lazadha Lanjutkan Rencana Merger OPD

Di tempat yang sama, Ahmad Faruq, pengunjung asal Kediri memberikan apresiasinya bagi Pemda Lobar atas suksesnya kegiatan CFN ini.

Pria yang datang untuk menyaksikan anak-anak didiknya dari SDIT Insan Mulia Kediri tampil di panggung CFN berkata jika program ini sangat pas untuk memberikan ruang kreasi bagi para siswa khususnya.

“Saya sebagai seorang pendidik merasa bahwa ini adalah wadah yang sangat bagus untuk menggali berbagai macam potensi anak didik kita di Lombok Barat, saya merasa bangga dan terinspirasi,” tandasnya. (ton)            

Editor : Kimda Farida
#cfn #Lombok Barat #Lobar #cfd #Gerung