Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PMI Lobar Lakukan Audit Internal, Dorong Desa Tangguh Bencana

Hamdani Wathoni • Minggu, 8 Juni 2025 | 20:48 WIB
Haris Karnain
Haris Karnain

LombokPost — Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Barat (PMI Lobar) tengah melakukan audit internal sebagai langkah persiapan menghadapi asesmen dari PMI Pusat.

Audit ini bertujuan untuk memastikan tata kelola keuangan dan administrasi berjalan transparan, terutama menyangkut utang-piutang antara PMI Lobar dan sejumlah rumah sakit.

Ketua PMI Lobar yang juga anggota DPRD Lobar Hari Karnain menjelaskan bahwa audit internal PMI Lobar sangat penting agar kepengurusan baru tidak dibebani permasalahan lama.

“Kami tidak ingin menanggung persoalan warisan kepengurusan sebelumnya, baik itu aset maupun utang. Semua akan kami audit,” tegasnya, pekan lalu.

Audit internal PMI Lobar mencakup seluruh aspek administrasi, keuangan, dan pendataan aset. Hasil audit ini akan dilaporkan secara resmi ke PMI Provinsi NTB dan PMI Pusat. Proses ini juga dilakukan untuk menyelaraskan berbagai program pusat yang akan diimplementasikan di daerah.

“Per tanggal 26 Mei 2025, kami sudah bentuk kepengurusan baru dan sampaikan ke pusat. Sekarang, kami benahi markas UDD dan mempersiapkan program-program utama seperti kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat,” jelasnya.

Salah satu fokus utama audit internal PMI Lobar adalah menelusuri utang sejumlah rumah sakit kepada PMI, serta mengevaluasi utang-utang yang masih dimiliki PMI Lobar sendiri. Hal ini dianggap krusial agar tidak terjadi kesalahan administratif dan agar semua utang piutang dapat diselesaikan secara profesional dan terbuka.

“Selama ini kami lihat hibah yang masuk ke PMI tidak banyak. Maka, penganggaran kami upayakan mandiri, sambil kami data kebutuhan hibah secara jelas,” tambahnya.

Selain audit internal, PMI Lobar juga mulai menjalankan sejumlah program strategis. Salah satu program unggulan adalah pembentukan kelompok Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). Program ini akan dimulai dengan pelatihan masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana.

“Setelah pelatihan, akan terbentuk kelompok SIBAT. Kami juga akan dorong terbitnya peraturan desa (Perdes) terkait kesiapsiagaan bencana,” paparnya.

Langkah lain adalah penyusunan peta risiko bencana di tiap desa dan kegiatan mitigasi bencana. PMI Lobar akan menggalakkan penanaman vegetasi di daerah aliran sungai (DAS) dan kawasan pesisir untuk menekan risiko bencana jangka panjang.

Baca Juga: PMI Lobar Klaim Muskab Sudah Sesuai Aturan, Penunjukan Plt Ketua PMI Lobar Dipertanyakan

Program kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat ini diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain di NTB, sekaligus memperkuat posisi PMI Lobar dalam mendukung agenda penanggulangan bencana secara nasional. (ton/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#palang merah indonesia #Lobar #PMI #PMI Lobar #Pemkab Lobar