LombokPost – Jenazah Sahri Ramadan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar) tiba di rumah duka pukul 11.00 Wita, Rabu (6/11).
Kedatangan jenazah yang diduga dibunuh di Johor Malaysia ini disambut isak tangis keluarga. Sahri Ramadan langsung dimakamkan di pemakaman Desa Buwun Sejati usai salat dzuhur sekitar pukul 13.00 Wita.
”Sesuai permintaan keluarga, hari ini langsung dimakamkan selepas salat dzuhur. Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas,” ungkap Kepala Desa Buwun Sejati Muhidin mewakili pihak keluarga.
Meski demikian, kesedihan keluarga dengan kepergian Sahri Ramadan tak bisa ditutupi. Isak tangis keluarga pecah seketika mobil jenazah tiba membawa peti jenazah Sahri Ramadan.
Kedua orang tua pria 28 tahun tersebut menangis histeris melihat putra mereka pulang dalam keadaan tak bernyawa.
Padahal, beberapa hari lalu, Sahri sudah menyampaikan jika dirinya ingin pulang dalam beberapa hari ke depan ingin menikah.
”Yang namanya takdir, kita tidak bisa menebak kapan dan seperti apa kita menutup usia. Kita hanya bisa pasrah dan berserah dengan apa yang sudah terjadi,” ungkap Muhidin.
Dalam pemakaman Sahri Ramadan, sejumlah pihak turut hadir. Mulai dari pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB, BP3MI NTB, hingga pihak anggota DPRD Lombok Barat.
Muhali, Ketua Komisi IV DPRD Lobar mengatakan jika semua pihak harus mengambil hikmah dari kejadian ini. Yang terpenting juga menurutnya bagaimana Sahri mendapatkan haknya baik berupa santunan, asuransi atau yang lainnya.
”Karena warga kami ini kan berangkat secara resmi. Jadi kami harap apa yang menjadi haknya bisa diberikan kepada pihak keluarga,” ujar anggota dewan Dapil Narmada-Lingsar tersebut.
Sementara untuk proses hukum bagi para pelaku yang saat ini sudah ditangkap pihak kepolisian Malaysia, keluarga berharap mereka mendapatkan hukuman setimpal. Karena telah menghilangkan nyawa Sahri Ramadan.
Zulkandi, kakak kandung korban mengaku tidak menyangka jika adiknya tersebut bakal meregang nyawa mendadak.
Lantaran, beberapa hari sebelumnya Sahri sempat menelepon dengan keluarga termasuk dirinya. Dia menyampaikan jika dirinya akan segera pulang karena masa kontrak kerjanya sudah habis.
”Terakhir nelpon hari Jumat pas Idul Adha. Katanya dia juga sudah pesan tiket untuk pulang, dia mau pulang menikah,” aku Zulkandi.
Namun tak disangka, rencana Sahri Ramadan pupus karena dia meregang nyawa diduga dibunuh oleh rekannya sesama PMI.
”Informasi yang saya dapatkan pelakunya sudah ditangkap lima orang. Kami harap mereka dihukum sebagaimana mestinya,” ungkap Zulkandi berkaca-kaca.**
Editor : Pujo Nugroho