LombokPost - Kapolsek Gunungsari AKP Supianto mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan tindakan berbahaya saat berkunjung ke Bendungan Meninting.
Menyusul, seorang pemuda meninggal dunia karena tenggelam ketika sedang berenang bersama teman-temannya Sabtu (14/6) lalu.
Pemuda inisial SA asal Duman meninggal dunia pukul 17.30 Wita.
"Dia sempat dibawa ke Puskesmas Penimbung namun sudah tidak bisa tertolong," ucap AKP Supianto kepada Lombok Post, Minggu (15/6).
Pemuda berusia 22 tahun tersebut datang bersama temannya berenang di area pembuangan air Bendungan Meninting yang ada di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari. Dia datang sekitar pukul 16.00 Wita.
Kapolsek mengatakan pihak bendungan maupun pemerintah desa bersama Bhabinkamtibmas sudah mengimbau para pengunjung. Mereka diingatkan agar tidak sembarangan berenang karena bisa membahayakan.
Namun belakangan, lokasi ini ramai dikunjungi warga khususnya para remaja. Menyusul banyak konten kreator yang membuat video terkait keberadaan tempat ini.
"Bendungan ini belum rampung secara keseluruhan. Itu akan diresmikan tapi kami belum tahu waktunya kapan. Jadi kegiatan apapun yang dilakukan di sana harus dalam pengawasan," terang AKP Anto, sapaannya.
Kapolsek mengimbau pengunjung agar tidak memaksakan untuj mendatangi kawasan yang tidak diperbolehkan. Mengingat selama ini masih saja ada yang melanggar.
"Ada tulisan larangan tidak berenang di sana tetapi dilanggar. Itu pengawasan langsung dari pihak bendungan," tegasnya.
Dia berharap ke depan kejadian serupa jangan sampai terulang kembali."Kalau hanya sekadar berwisata silakan. Jangan mandi atau aktivitas berbahaya lainnya," imbaunya.
Baca Juga: Urus Izin Pusat untuk Pengisian Bendungan, BWS Targetkan Bendungan Meninting Rampung Maret
Informasi yang dihimpun Lombok Post, sudah ada korban jiwa yang meninggal dunia selama proses pengerjaan Bendungan Meninting berlangsung hingga terbaru pemuda asal Desa Duman.
"Informasi yang kami terima seperti itu. Ada yang kejadian kecelakaan kerja juga," jelas Kapolsek.
Terpisah, Kepala Desa Bukit Tinggi Ahmad Muttaqin juga membenarkan peristiwa meninggalnya pemuda asal Desa Duman, Kecamatan Lingsar.
"Benar, kejadiannya kemarin. Infonya dia berenang di air terjunan terowongan dan tersedot karena arus gelembungan air terjunnya," jelas Kades Bukit Tinggi.
Korban sempat di bawa ke puskesmas namun diduga meninggal saat dalam perjalanan.
"Dari informasi warga kami di Bukit Tinggi yang bantu menyelamatkan, dia sebelumnya sempat bernafas dan sempat muntah saat dibawa ke Puskesmas," terang Ahmad Muttakin.
Kepala Dusun Duman Utara, Desa Duman, Kecamatan Lingsar Dedi Azrai menambahkan jenazah korban sudah dimakamkan bakda dzuhur, Minggu (15/6).
Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai kecelakaan. "Dia pergi bersama temannya dan tenggelam. Dimakamkan setelah salat dzuhur," terangnya.**
Editor : Pujo Nugroho