Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masa Depan Sampah Lobar Ditangani Kecamatan? DLH Gelar Kajian Mendalam

Lombok Post Online • Senin, 16 Juni 2025 | 14:23 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) serius membenahi masalah persampahan yang dinilai masih semrawut.

Berbagai solusi strategis tengah disiapkan, mulai dari penambahan armada pengangkut sampah hingga rencana kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengelola sampah menggunakan sistem Masaro.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar sendiri saat ini telah memiliki beragam jenis armada pengangkut sampah, mulai dari kendaraan roda tiga hingga dump truck, yang siap dioptimalkan dalam upaya penanganan sampah ini.

”Tahun ini ada tambahan empat unit armada pengangkut sampag. Total armada kita saat ini ada 21 unit. Cuma ada beberapa yang rusak,” jelas Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lobar HL Najamuddin, Sabtu (14/6).

Sejak tahun 2024 lalu, sudah ada empat unit truk pengangkut sampah yang dibeli Pemkab Lobar.

Namun hal itu juga memang diakui belum bisa optimal menangani persoalan sampah di 10 kecamatan.

”Syukur ada tambahan empat unit. Kalau idealnya kita butuh sekitar 40 unit dengan luas wilayah Lobar saat ini,” ungkap pria yang juga menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar tersebut.

Anggaran untuk satu unit truk pengangkut sampah mencapai Rp 400 juta.

Belum lagi ditambah dengan biaya petugas pengangkut sampah.

Sehingga memang penambahan armada dilakukan bertahap.

Namun dengan segala keterbatasan saat ini, petugas sudah mulai mengangkut sampah yang menumpuk di sejumlah titik.

Mulai dari Gunungsari, Kediri, hingga Narmada.

”Akhir pekan petugas tetap bekerja,” cetusnya.

Terkait permintaan Pemerintah Kecamatan Namada agar armada kebersihan disiagakan di kantor camat dan penanganan sampah dikembalikan ke masing-masing kecamatan, pihak DLH Lobar mempertimbangkan hal tersebut.

”Kami akan coba kaji, karena butuh tenaga, sopir, petugas sapu dan alat angkut. Satu unit itu alat angkut butuh enam atau lima personel, apakah kecamatan mampu,” jawabnya.

Sehingga butuh kajian untuk merealisasikan permintaan pihak kecamatan ini.

”Sekarang sedang kami coba pola Masaro. Kita coba di Lingsar pakai Masaro ini Rp 10 miliar untuk pengadaan alatnya saja,” jelasnya.

Pola pengelolaan sampah bekerja sama dengan ITB ini disebut mampu mengolah sampah otomatis 20 ton per harinya.

Memisahkan sampah plastik dan organik dan langsung mengolahnya menjadi pupuk hingga beberapa bahan mebermanfaat lainnya.

Sementara Wakil Bupati Lobar Nurul Adha mengaku sudah mendapat laoran dari sejumlah pihak mengenai tumpukan sampah di beberapa lokasi.

Mulai dari di Narmada, Lingsar dan Gunungsari banyak yang melaporkannya kepadanya.

MENUMPUK: Tumpukan sampah di samping Pasar Narmada dikeluhkan masyarakat karena dibiarkan menumpuk berhari-hari.
MENUMPUK: Tumpukan sampah di samping Pasar Narmada dikeluhkan masyarakat karena dibiarkan menumpuk berhari-hari.

”Insya Allah pak bupati sudah menyiapkan langkah cepat bekerja sama dengan ITB. Pak bupati sudah memilih sistem Masaro yang dihasilkan akademisi ITB untuk menangani sampah,” pungkasnya. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#sampah #Lobar #truk #kecamatan #dinas #armada