Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Indeks Literasi NTB Rendah, Balai Bahasa NTB Tingkatkan Kemahiran Bahasa Indonesia

Hamdani Wathoni • Rabu, 25 Juni 2025 | 08:55 WIB
PELATIHAN: Balai Bahasa Provinsi NTB menggelar pelatihan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di Aula Kantor Bupati Lobar, Selasa (24/6).
PELATIHAN: Balai Bahasa Provinsi NTB menggelar pelatihan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di Aula Kantor Bupati Lobar, Selasa (24/6).

LombokPost–Tingkat literasi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi sorotan. Dengan indeks literasi yang hanya mencapai 40 persen, Balai Bahasa Provinsi NTB menggencarkan upaya peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia melalui berbagai pelatihan. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak indeks literasi yang masih jauh dari standar ideal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) H Ilham saat membuka kegiatan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia, menyampaikan apresiasinya atas program ini. Lantaran melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan media massa.

“Insya Allah, ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi ASN sekaligus membangun sumber daya manusia di Lombok Barat,” ujar Ilham.

Menurut Ilham, literasi tidak hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami dan menerapkan apa yang telah dibaca.

Ia menekankan pentingnya literasi digital, keuangan, hingga budaya, yang semuanya membutuhkan dasar kemahiran berbahasa.

“Bahasa adalah alat utama kita untuk memahami, berinteraksi, dan menciptakan solusi dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara Kepala Balai Bahasa NTB Dwi Pratiwi mengakui rendahnya indeks literasi NTB menjadi tantangan besar. Hal ini kemudian membuat pihaknya fokus pada program peningkatan literasi di semua jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA sederajat.

“Kami menerapkan pendekatan membaca benar-benar dan benar-benar membaca. Ini bertujuan agar siswa tidak hanya membaca, tetapi juga mampu mengaplikasikan pemahaman mereka dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Dwi.

Selain siswa, program ini juga menyasar awak media. Dwi berharap, pemberitaan media dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui informasi yang mendidik dan inspiratif.

“Kami ingin bahasa Indonesia digunakan sesuai kaidah, baik secara lisan maupun tulisan, sehingga menjadi alat komunikasi yang efektif,” katanya.

Dwi juga memaparkan tujuan Balai Bahasa NTB menggandeng Pemerintah Kabupaten Lobar dalam pelaksanaan program ini.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kecakapan individu dalam berbahasa, tetapi juga penggunaannya dalam surat menyurat, penyusunan Peraturan Daerah (Perda) dan aktivitas lainnya.

Sementara bagi para guru dan pendidik, penggunaan Bahasa Indonesia yang benar dan baik diharapkan bisa ditularkan di lingkungan sekolah. "Untuk media massa kita harapkan dalam redaksi beritanya bisa mengacu dan memperhatikan kaidah Bahasa Indonesia," harapnya.

Dengan demikian, pelatihan kemahiran Bahasa Indonesia bisa berkontribusi pada kemajuan Bahasa Indonesia di ruang publik.

Melalui kolaborasi ini, Balai Bahasa NTB optimistis upaya meningkatkan literasi di NTB akan membuahkan hasil.

Program yang berkelanjutan dan terarah diyakini dapat membantu masyarakat NTB mengejar ketertinggalan di bidang literasi. “Ini langkah awal untuk memastikan NTB bangkit dari persoalan literasi,” tutup Dwi.

Editor : Akbar Sirinawa
#Lobar #rendah #NTB #Indeks literasi #balai bahasa indonesia