LombokPost – Jargon Bupati Lombok Barat (Lobar) Lalu Ahmad Zaini untuk 'Senggigi Pagi Bersih, Malam Terang Benderang,' diharapkan tidak sekadar menjadi slogan.
Kepala Desa Senggigi Mastur, mendorong semua pihak terkait untuk merealisasikan kebersihan dan penerangan yang maksimal di kawasan Senggigi, ikon pariwisata Lobar.
"Kami ingin konsep ini benar-benar dilaksanakan. Kawasan Senggigi harus mendapat porsi lebih, terutama soal kebersihan dan penerangan," ucap Mastur kepada Lombok Post. Dari sisi armada kebersihan misalnya, Mastur meminta Pemkab Lohar sebaiknya menyiapkan empat truk standby di kawasan Senggigi.
Tidak hanya untuk Desa Senggigi tetapi juga mencakup Desa Meninting, Senteluk, Batulayar, Batulayar Barat hingga perbatasan Lombok Utara. "Karena kawasan Senggigi itu dimulai dari Meninting sampai Desa Senggigi," jelasnya.
Menurutnya, peran lintas dinas sangat diperlukan, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, hingga Dinas Perhubungan. Selain kebersihan, penerangan jalan di kawasan Senggigi juga menjadi sorotan.
"Lampu penerangan masih kurang. Kami harapkan perhatian khusus dari Dinas Perhubungan untuk mengimplementasikan keinginan bupati," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Lobar Baiq Yeni S. Ekawati memastikan pihaknya siap menindaklanjuti masukan Kepala Desa Senggigi. "Pak Kades bisa menyampaikan langsung ke kami apa yang menjadi harapannya. Kami pasti akan menindaklanjutinya, karena ini memang komitmen bupati," kata Yeni.
Terkait beberapa area di Senggigi yang masih gelap, Yeni mengakui kondisi tersebut. Namun, menurutnya, situasi sekarang sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. "Secara bertahap akan terus kami sempurnakan," ujarnya.
Dengan sinergi semua pihak, Mastur berharap Senggigi bisa menjadi kawasan yang tidak hanya bersih di pagi hari tetapi juga terang dan nyaman di malam hari, sesuai dengan jargon yang dicanangkan pemerintah daerah.
Editor : Jelo Sangaji