LombokPost - Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lombok Barat mendorong warga Dusun Serero, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, bergotong royong memperbaiki jalan rusak sepanjang enam kilometer.
Inisiatif swadaya masyarakat ini menjadi potret kolaborasi apik antara warga dan pemerintah desa demi kelancaran akses vital bagi sekitar 600 jiwa. Pengerjaan jalan dimulai sejak 22 Mei 2025. Hingga kini, sekitar empat kilometer ruas jalan sudah rampung diperbaiki.
Sisanya masih dalam proses pengerjaan menggunakan alat berat yang dipinjamkan anggota DPRD NTB dapil Lombok Barat—KLU, Lalu Irwansyah Triadi. ”Kami memperbaiki jalan menuju dua dusun, Serero Timur dan Serero Barat, secara swadaya. Dibantu Mamiq Ir yang menurunkan alat berat,” terang Kepala Desa Sekotong Tengah M Burham, Kamis (3/7).
Menurut Burham, biaya perbaikan berasal dari patungan warga dan sumbangan para donatur. Selain perbaikan ruas utama, akses menuju gang-gang di masing-masing RT juga ikut dibenahi. Bahkan irigasi di sisi jalan turut diperbaiki. ”Warga berharap ada donatur lain yang bisa membantu untuk menyelesaikan sisa pekerjaan ini,” katanya.
Tak hanya itu, jalan menuju Dusun Serero juga mendapat pembangunan rabat sepanjang lebih dari 100 meter melalui aspirasi anggota DPRD Lobar H Hamdi.
Sementara Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini menanggapi aksi warga memperbaiki jalan secara swadaya tidak menampik keterbatasan APBD menjadi kendala utama dalam penanganan infrastruktur jalan yang rusak di berbagai wilayah. Namun ia memastikan, pemerintah daerah tetap bertanggung jawab.
”Teman-teman ini kan berharap, baru empat bulan langsung semua masalah selesai. Tapi masa jabatan saya lima tahun. Bukan berarti pemerintah lalai atau lepas tanggung jawab,” tegas pria yang dikarib LAZ tersebut.
Dia menjelaskan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menuntaskan perbaikan jalan yang tersebar di banyak titik. Salah satu opsi yang tengah disiapkan adalah skema pembayaran proyek secara bertahap kepada pihak ketiga.
”Misalnya, saya buat kontrak empat tahun dengan pihak ketiga. Tahun pertama dibayar sebagian, tahun kedua sebagian.
Tapi jalannya langsung bisa digunakan,” ungkapnya. Bahkan, bupati mengaku sudah membisikkan kepada pimpinan DPRD Lombok Barat untuk segera menginventarisasi seluruh jalan rusak. Tujuannya, agar perencanaan perbaikan bisa dilakukan secara menyeluruh dan terarah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar Ahad Legiarto menyebut gotong royong masyarakat memperbaiki jalan merupakan partisipasi yang positif. Ia menilai hal tersebut tidak boleh dicap sebagai bentuk kegagalan pemerintah. ”Jangan dikatakan jelek. Itu justru bentuk semangat masyarakat. Pemerintah tetap berproses sesuai perencanaan dan skala prioritas,” ujarnya.
Baca Juga: Gara-Gara Motor, Ibu di Mataram Penjarakan Anak Kandung
Ahad menjelaskan perbaikan infrastruktur jalan telah dirancang dari tahun sebelumnya. Sehingga titik-titik yang belum masuk perencanaan, kemungkinan belum bisa segera dieksekusi. ”Bukan karena tidak bisa membantu, tapi kami lihat dulu titiknya. Banyak yang harus ditangani. Ada skala prioritas, kecuali kalau darurat seperti bencana,” katanya.
Pemerintah Desa Sekotong Tengah berharap agar perbaikan jalan di daerah pegunungan dan pelosok, termasuk Serero, bisa menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses vital warga dalam aktivitas ekonomi dan sosial.
Editor : Siti Aeny Maryam