Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Desak Pemkab Realisasikan Rumah Sakit Tipe D Gunungsari, Anggarannya Diperkirakan Butuh Rp 80 Miliar

Hamdani Wathoni • Sabtu, 5 Juli 2025 | 06:23 WIB

 

Anggota DPRD Lobar Dapil Gunungsari-Batulayar Muhammad Munip (kiri) dan Faidullah mendesak hadirnya rumah sakit tipe D di wilayah utara Lombok Barat.
Anggota DPRD Lobar Dapil Gunungsari-Batulayar Muhammad Munip (kiri) dan Faidullah mendesak hadirnya rumah sakit tipe D di wilayah utara Lombok Barat.

LombokPost-Aspirasi masyarakat Gunungsari untuk memiliki fasilitas kesehatan yang memadai terus disuarakan anggota DPRD Lombok Barat (Lobar).

Wakil rakyat dari Dapil Gunungsari-Batulayar secara tegas mendesak Pemkab Lobar untuk mempercepat pembangunan rumah sakit tipe D di Gunungsari.

Tak hanya itu, mereka juga menyoroti pentingnya akurasi data dalam program Universal Health Coverage (UHC) agar bantuan iuran BPJS Kesehatan tepat sasaran.

Anggota DPRD Lombok Barat, Faidullah mengungkapkan rasa syukurnya atas rencana peningkatan status Puskesmas Gunungsari menjadi Rumah Sakit Tipe D.

”Kami bersyukur Puskesmas Gunungsari dinaikkan menjadi rumah sakit tipe D. Mudah-mudahan nanti bisa ditingkatkan ke tipe C dan lainnya,” ujarnya.

Faidullah menambahkan keberadaan rumah sakit di Gunungsari sangat mendesak. Menyusul banyak warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena jarak tempuh menuju RS provinsi atau rumah sakit swasta yang terlalu jauh.

”Kami berharap secepatnya bisa direalisasikan. Harus disegerakan,” tegas Faidullah.

Senada dengan Faidullah, anggota DPRD Dapil Gunungsari-Batulayar lainnya, Muhammad Munip juga mendesak bupati Lobar memberikan atensi serius terhadap pembangunan rumah sakit ini.

”Pak bupati juga selaku pimpinan daerah harus serius menanggapi ini. Kalau bisa 2026 bisa dinaikkan Puskesmas Gunungsari jadi tipe D. Lelah kita lihat masyarakat dirujuk ke Narmada dan Gerung,” keluh Munip.

Anggota fraksi PPP juga menyoroti pentingnya akurasi data terkait penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan. Ia berharap pemutakhiran data yang dilakukan oleh Bupati membuahkan hasil maksimal.

”Jangan sampai bantuan salah sasaran. Kuncinya di pendataan. Kami mendukung pemutakhiran data dan bisa selesai dalam waktu yang singkat,” jelasnya.

Baca Juga: Inovasi dari Dapur Lombok Berupa Keripik Pelecing, Oleh-Oleh Khas Berkat Sentuhan Astra Motor NTB

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Lobar Zulkipli menjelaskan, pembangunan rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Namun, ia memastikan bahwa bupati telah berupaya keras berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan anggaran.

”Pembangunan rumah sakit di Gunungsari menjadi prioritas pak bupati karena itu memang aspirasi dari masyarakat,” terangnya. Dengan jumlah warga Lombok Barat mencapai 756 ribu penduduk, seharusnya tersedia 765 tempat tidur.

Namun, saat ini, dua rumah sakit daerah yang ada di Lombok Barat, yakni RSUD Tripat dan RSUD Awet Muda Narmada, baru memiliki sekitar 300 tempat tidur. Hal ini mengindikasikan kebutuhan mendesak akan penambahan fasilitas kesehatan.

”Perkiraan kami untuk membentuk rumah sakit tipe D itu butuh Rp 80 miliar. Sehingga kalau menggunakan APBD itu agak berat jadi butuh bantuan pusat,” paparnya.

Untuk tahap awal, pemkab berencana membangun gedung IGD di Puskesmas Gunungsari. Penting dicatat, jika Puskesmas Gunungsari nantinya naik menjadi Rumah Sakit Tipe D, fasilitas puskesmas tidak akan dihilangkan, melainkan akan tetap ada untuk melayani kebutuhan kesehatan dasar masyarakat. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Gunungsari #Lobar #DPRD #Batulayar #Puskesmas #rumah sakit