Penanaman dilakukan di atas lahan perhutanan sosial sebagai bagian dari program Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025, yang digagas untuk memperkuat swasembada pangan nasional.
Dengan penuh semangat, kapolda didampingi Wakapolda Brigjen Pol Hari Hugroho, Kapolres Lombok Barat, Asisten Daerah II, serta Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat. Kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung ketahanan pangan.
Baca Juga: Ribuan Buku Rusak Terendam Banjir, SMPN 13 Mataram Minta Bantuan Dinas Pemadam Kebakaran
“Jagung ini bukan sekadar tanaman, tapi simbol semangat kemandirian pangan. Kami ingin NTB, khususnya Lombok Barat, bisa jadi lumbung jagung yang tangguh,” tegas Kapolda NTB usai menanam.
Sekitar pukul 14.00 Wita, suasana lahan yang biasanya sunyi berubah hangat dengan kehadiran masyarakat. Warga menyambut baik keterlibatan jajaran kepolisian.
Mereka menilai, penanaman jagung oleh kapolda NTB menjadi dorongan moral agar masyarakat semakin produktif dalam mengelola lahan perhutanan sosial.
Baca Juga: Tambang Rakyat Sekotong Dilegalisasi, Ancaman Lingkungan Mengintai
Semangat gotong royong dan kolaborasi terasa kuat dalam kegiatan ini.
Penanaman jagung tak hanya diharapkan menghasilkan panen melimpah, tapi juga memperkuat kepercayaan diri daerah dalam menyokong swasembada pangan jangka panjang.
“Ini ladang harapan. Kita tanam hari ini, panen ketahanan dan kesejahteraan ke depan,” ungkap Irjen Pol Hadi Gunawan.
Baca Juga: 31 Ribu Kendaraan Nikmati Diskon Pajak, Pemprov NTB Raup Rp 10,44 Miliar
Asisten II Pemkab Lombok Barat menambahkan, sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program strategis nasional.
“Dukungan dari Polda NTB sangat membantu. Ini bukan sekadar program, tapi langkah langsung yang menyentuh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat mengungkapkan bahwa lahan perhutanan sosial di wilayah tersebut punya potensi besar untuk pengembangan jagung dan komoditas pangan lainnya.
Dengan komitmen bersama, penanaman jagung ini diharapkan mampu menjadi model kolaboratif yang mendorong ketahanan pangan berkelanjutan di NTB. (*)
Editor : Marthadi