LombokPost -Jembatan Bakong di Lombok Barat (Lobar) yang rusak parah akibat luapan air Sungai Dodokan beberapa waktu lalu, dipastikan akan segera diperbaiki tahun ini. Tak tanggung-tanggung, perbaikan jembatan vital ini akan menelan anggaran fantastis sebesar Rp 50 miliar yang didukung penuh pemerintah pusat.
”Usulan perbaikan jembatan yang berstatus jalan provinsi ini telah diajukan Pemprov NTB dan mendapat persetujuan dari pusat,” jelas Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar Lalu Ratnawi kepada Lombok Post.
Ratnawi menegaskan perbaikan jembatan ini tidak bisa dilakukan secara tambal sulam. Jembatan yang ada harus dirobohkan total untuk kemudian dibangun ulang. Hal ini demi memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan hingga 50 tahun ke depan.
”Jembatan Bakong biayanya Rp 50 miliar itu dibantu pusat. Harus dirobohkan dan bangun ulang karena kita berpikir untuk pemanfaatan jembatan sampai 50 tahun ke depan. Jangan sampai baru diperbaiki, beberapa tahun sudah rusak lagi,” jelasnya.
Proses pengusulan dan persetujuan sudah selesai, dan diharapkan pembangunan bisa dimulai pada September mendatang. Selain perbaikan Jembatan Bakong, Dinas PUTR Lombok Barat juga akan melakukan pembangunan ruas jalan Kebon Ayu-Lembar.
Ruas jalan sepanjang sekitar 4 kilometer ini diharapkan dapat mulai dikerjakan pada bulan yang sama. ”Insya Allah September bisa dilaksanakan. Sekitar 4 kilometer,” terang Ratnawi.
Menteri PU Dody Hanggodo saat datang meninjau bangunan sekolah rakyat yang telah direnovasi di Sentra Paramita Mataram juga menyatakan komitmennya membantu perbaikan jalan di daerah. Baik jalan milik provinsi, maupun jalan kabupaten kota.
”Tahun 2025 ini kami akan membangunkan sejumlah jalan di daerah. Kami yang bangunkan,” jelas Dody. Baik jalan yang memang belum pernah diperbaiki sama sekali maupun jalan yang sudah dibangun namun rusak, semua akan dibantu sesuai skala prioritas pemerintah pusat.
Pantauan Lombok Post, kondisi Jembatan Bakong sudah rusak parah. Bagian tiang penyangga jembatan yang berada di tengah-tengah sudah roboh. Namun dengan kondisi jembatan yang rusak parah, beberapa warga masih nekat melintasi jembatan ini mengendarai sepeda motor.
Karena jembatan ini adalah satu-satunya akses warga ke sekolah, ke pasar atau ke lahan kebun dan sawah. Jembatan ini semula dilintasi truk pengangkut batubara PLTU Jeranjang dari Pelabuhan Lembar. Namun semenjak jembatan ini rusak parah, pengangkutan batubara menggunakan truk tak bisa dilakukan. (ton/r8)
Editor : Jelo Sangaji