LombokPost - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung akan segera memiliki Unit Pengelola Darah (UPD) yang digadang menjadi terbesar di NTB. Rencana ini menjadi kenyataan setelah Kementerian Kesehatan menyetujui dan mengucurkan bantuan anggaran senilai Rp 11 miliar lebih untuk mendukung pembangunan unit tersebut.
”Bantuan dari Kemenkes ini mencakup pembangunan gedung, pengadaan alat kesehatan canggih, serta mobil operasional untuk menunjang mobilitas UPD ke lapangan,” jelas Direktur RSUD Tripat dr Suriyadi.
Suriyadi mengungkapkan pembangunan UPD ini merupakan hasil koordinasi dan komunikasi aktif pihaknya dengan Kemenkes. Menyusul, dalam kunjungan Kemenkes ke RSUD Tripat, didapati layanan UTDRS yang ada dinilai kurang menunjang pelayanan di rumah sakit saat ini.
”Akhirnya kami berupaya terus berkoordinasi dengan Kemenkes, dan Alhamdulillah berhasil mendapatkan bantuan. Ini akan menjadi UPD terbesar di NTB,” katanya.
Pembangunan UPD direncanakan di atas lahan eks Kantor KUA Gerung yang telah direlokasi ke eks Kantor AKAD Lombok Barat. Gedung akan dibangun dua lantai dengan nilai fisik sekitar Rp 4 miliar. Sisanya digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana medis pendukung, termasuk mobil donor darah keliling.
”Bangunan dua lantai ini akan dilengkapi dengan mesin-mesin canggih yang bisa memproses darah menjadi trombosit maupun plasma. Jadi kita bukan hanya mengambil darah, tapi bisa mengolah dan mendistribusikannya sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Berbeda dengan Unit Transfusi Darah (UTD) biasa yang hanya bertugas menyuplai darah, UPD RSUD Tripat akan berfungsi lebih lengkap. UPD ini bisa melakukan pengolahan darah secara mandiri dengan alat-alat modern, termasuk memproduksi trombosit dan plasma untuk kebutuhan pasien, khususnya penderita DBD dan penyakit berat lainnya.
”Kalau ada pasien DBD, kita tidak perlu tergantung pasokan luar. Kita bisa hasilkan trombosit sendiri. RSUD Tripat akan mandiri dari sisi penyediaan darah,” tuturnya.
Saat ini, proses administrasi untuk pelaksanaan lelang proyek sudah rampung. Pihak rumah sakit tinggal menunggu proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) untuk pelaksanaan tender. Diharapkan, proses pembangunan bisa segera dimulai tahun ini. UPD ini nantinya juga akan difungsikan untuk mendukung kebutuhan darah bagi rumah sakit lain di NTB.
RSUD Tripat telah memiliki jaringan pendonor tetap dari berbagai wilayah, baik perorangan maupun lembaga. Bahkan, jadwal kegiatan donor darah pun telah disusun secara rutin. ”Kami sudah punya kantong-kantong pendonor yang aktif. Setiap hari tim kami keliling ke berbagai tempat untuk mencari dan mengumpulkan darah. Jadwalnya sudah terencana,” terangnya.
Menurut Suriyadi, pihaknya juga menggandeng sejumlah perusahaan swasta untuk mendukung kegiatan donor darah, termasuk dalam bentuk CSR. Ke depan, RSUD Tripat berharap UPD ini bisa menjadi pusat pengolahan dan distribusi darah utama di NTB.
”Ini bukan hanya untuk Tripat, tapi kita siap bantu rumah sakit lain di NTB yang membutuhkan trombosit atau plasma. Insya Allah kita bisa jadi pusat distribusi darah,” tutupnya. (ton/r8)
Editor : Jelo Sangaji