LombokPost--Dalam rangka milad ke-19, Bank Dinar bersama MIM Foundation meresmikan program wakaf sumur bor untuk masyarakat terdampak krisis air bersih di Dusun Embung Kolah, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kamis (27/7).
Sumur bor tersebut menjadi harapan baru bagi ratusan warga yang selama bertahun-tahun harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.
Peresmian ini menjadi penanda penting bagi warga setempat. Selama bertahun-tahun, masyarakat Dusun Embung Kolah hidup dalam kekeringan dan krisis air bersih.
Baca Juga: MIM Foundation dan Bank Dinar Kolaboratif Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Dengan kehadiran sumur bor tersebut, mereka tak lagi harus membeli air untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan ibadah di masjid.
"Kami sangat bersyukur dan terharu. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Selama ini kami harus beli air setiap hari. Alhamdulillah, akhirnya punya sumber air sendiri," kata Ishak, tokoh pemuda setempat.
Sumur bor tersebut digarap melalui kolaborasi antara Bank Dinar dan MIM Foundation.
Ketua MIM Foundation, M. Romi Saefudin, menjelaskan bahwa proses pembangunan sumur bor dimulai sejak sembilan bulan lalu.
Baca Juga: Bank Dinar dan MIM Foundation Salurkan Bantuan Korban Banjir di Mataram
Sebelum pengeboran, tim MIM melakukan survei geolistrik di dua titik untuk memastikan keberadaan sumber air yang layak.
"Alhamdulillah, dari survei yang dilakukan, kami menemukan titik air yang sesuai. Hari ini akhirnya diresmikan dan siap dimanfaatkan warga," ujarnya.
Meski sudah diresmikan, proses belum selesai sepenuhnya. MIM Foundation masih akan melanjutkan dengan tahapan pipanisasi dari titik sumur menuju beberapa lokasi vital di dusun, termasuk masjid.
"Insya Allah kami tetap pantau dan lanjutkan ke proses pipanisasi. Semakin cepat, semakin baik. Karena masyarakat sangat membutuhkan air bersih," tambah Romi.
Baca Juga: Gelorakan Gerakan Sadar Wakaf di NTB, MIM Foundation Diapresiasi Bank Indonesia
Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, turut hadir dalam peresmian tersebut. Ia mengaku bersyukur atas tuntasnya proyek ini, meski sempat terkendala medan keras selama proses pengeboran.
"Perjuangannya tidak mudah, tapi akhirnya hari ini bisa dinikmati masyarakat. Ini jadi bukti nyata bahwa kerja sama dan doa bisa menghasilkan kebaikan besar," katanya.
Mustaen berharap ke depan air dari sumur tersebut bisa ditampung dan dialirkan ke rumah-rumah warga melalui sistem distribusi yang efisien. Ia juga berharap program serupa bisa terus diperluas ke wilayah-wilayah lain yang mengalami krisis air bersih.
"Semoga keberkahan selalu menyertai langkah kami. Ke depan, semoga lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida