LombokPost-Warga Desa Lembar dan Kebon Ayu, Kecamatan Lembar, Lombok Barat memiliki harapan besar infrastruktur yang rusak bisa segera diperbaiki.
Pasalnya, jalan utama yang menghubungkan Lendang Jae hingga Jembatan Bakong sudah lima tahun dalam kondisi rusak parah.
”Harapan kami disegerakan, karena jalan ini sudah lima tahun rusak parah,” ujar Kepala Desa Lembar Sainah.
Tak hanya jalan, Jembatan Bakong yang menjadi penghubung utama aktivitas warga juga mengalami kerusakan serius.
Jalan ini sebelumnya menjadi jalur penting pengangkutan batubara yang turut memberdayakan masyarakat setempat.
Namun sejak aktivitas itu terhenti, banyak warga yang kehilangan pekerjaan.
”Dulu ada batubara yang lewat, masyarakat ikut terlibat. Sekarang banyak yang menganggur karena tidak beroperasi lagi,” tambahnya.
Saat ini, truk-truk pengangkut semen mulai melintasi jalur tersebut. Karena itu, warga berharap pemerintah tak sekadar memperbaiki, tapi juga melebarkan badan jalan agar kuat dilalui kendaraan bertonase besar.
Kondisi ini rupanya telah mendapatkan perhatian banyak pihak. jalan Lembar sudah beberapa kali didatangi tim dari Dinas PUPR, pejabat kementerian hingga anggota DPR RI. Bahkan,
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo sudah meninjau langsung kerusakannya.
Dalam kunjungannya, Menteri Dody menyatakan komitmen pemerintah pusat untuk membantu perbaikan jalan, baik yang menjadi kewenangan provinsi maupun kabupaten/kota.
”Tahun 2025 ini kami akan membangunkan sejumlah jalan di daerah. Kami yang bangunkan,” tegasnya.
Pihak kementerian, kata Dody, juga akan memprioritaskan pembangunan berdasarkan tingkat kerusakan, termasuk jalan-jalan yang belum pernah diperbaiki sejak dibuka.
Warga kini berharap komitmen itu segera diwujudkan. Jalan dan jembatan ini akses utama masyarakat. Karena kondisinya yang rusak, kegiatan ekonomi masyarakat juga terganggu.
Editor : Siti Aeny Maryam