Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nikmatnya Hidangan Nasi Kuning BiDu di CFD Gerung, Rasanya Autentik, Aroma Rempahnya Bikin Lapar Seketika

Hamdani Wathoni • Selasa, 12 Agustus 2025 | 10:10 WIB
MENGGODA: Nasi Kuning BiDu menjadi salah satu daya tarik orang datang ke CFD Kota Gerung setiap Minggu pagi.
MENGGODA: Nasi Kuning BiDu menjadi salah satu daya tarik orang datang ke CFD Kota Gerung setiap Minggu pagi.

LombokPost - Setiap Minggu pagi, Car Free Day (CFD) Kota Gerung kian ramai. Selain aneka hiburan hingga warga yang ingin berolahraga bersama keluarga, sajian kuliner istimewa menjadi salah satu daya tariknya. Salah satunya Nasi Kuning BiDu.

Di kiri-kanan jalan, depan Kantor Bupati Lombok Barat, lapak-lapak kuliner menebar aroma menggoda. Di tengah keramaian itu, satu sudut tampak selalu ramai bahkan sebelum matahari sepenuhnya tinggi.

Dari sana, aroma gurih rempah berpadu wangi nasi mengepul, mengundang langkah siapa saja yang lewat. Itulah lapak sederhana milik Anisa Madu Riska, yang lebih akrab disapa BiDu.

Setiap akhir pekan, ia hadir membawa dagangan andalannya, nasi kuning. Tapi bukan nasi kuning biasa. Sajian ini dikenal banyak orang karena rasanya yang ngangenin dan harganya yang ramah di kantong.

”Setiap Minggu, saya masak lebih dari 100 porsi. Biasanya habis sebelum jam CFD selesai,” ujar BiDu sambil melayani pembeli, Minggu (10/8).

Senyum tak lepas dari wajahnya, bahkan di tengah kesibukan menyendok nasi, menata lauk, dan menerima uang dari para pelanggan. Keistimewaan nasi kuning BiDu terletak pada perpaduan bumbu rempah yang meresap sempurna di setiap butir nasi.

Warnanya kuning keemasan, menggoda mata bahkan sebelum suapan pertama. Satu porsi disajikan dengan pilihan lauk beragam. Mulai dari telur bacem dengan rasa manis gurih, telur dadar tipis yang lembut, abon ayam, ayam suwir pedas yang membangkitkan selera, tempe manis, mie goreng, sayur tumis, hingga sambal goreng khas yang pedasnya pas di lidah.

”Enaknya bukan cuma di nasinya, tapi kombinasi semua lauknya bikin kenyang dan puas. Harganya cuma Rp 10 ribu,” tutur Ayu, salah satu pembeli yang mengaku hampir tiap CFD mampir.

Tak ketinggalan, pelengkap seperti timun segar dan serundeng kelapa ikut memberi sentuhan tekstur. Gurih kelapa parut yang disangrai kering menjadi kejutan nikmat di setiap gigitan. Setiap CFD, antrean di depan lapak BiDu nyaris tak pernah putus.

Ada yang datang sendiri, ada pula yang datang berombongan. Mereka rela menunggu demi mendapatkan sepiring nasi kuning yang terkenal ini. Bahkan, beberapa pelanggan mengaku sengaja menunda sarapan di rumah demi menyantap nasi kuning BiDu di lokasi.

”Saya sudah coba nasi kuning di beberapa tempat. Tapi yang ini rasanya autentik, seperti masakan rumah. Bumbu rempahnya berasa, dan nggak bikin eneg,” ungkap Antoni, salah satu pelanggan setia.

Mengantre di lapak BiDu juga punya sensasi tersendiri. Wangi nasi bercampur suara tawa penjual dan pembeli membuat suasana terasa akrab. Meski sederhana, momen ini sering jadi bagian dari rutinitas akhir pekan warga. Ketekunan itu membuahkan hasil.

Nasi kuning BiDu kini bukan hanya dikenal warga Gerung, tapi juga pengunjung dari luar daerah yang kebetulan datang ke CFD. Beberapa bahkan memesan untuk dibawa pulang dalam jumlah banyak.

CFD Kota Gerung memang menjadi ajang berkumpulnya aneka kuliner rakyat. Dari jajanan tradisional seperti lupis, serabi, dan klepon, hingga minuman kekinian. Namun, di tengah beragam pilihan itu, nasi kuning BiDu punya tempat istimewa di hati pembeli.

Kehadirannya menjadi pengingat bahwa kuliner sederhana bisa bertahan, bahkan bersinar, jika diolah dengan sepenuh hati. Setiap suapan nasi kuning bukan hanya mengenyangkan, tapi juga membawa rasa hangat yang khas.

Menjelang siang, satu per satu wadah nasi mulai kosong. BiDu tetap melayani pembeli terakhirnya dengan senyum yang sama. Bagi para pelanggan, itu artinya mereka harus menunggu hingga Minggu depan untuk kembali menikmati nasi kuning favorit ini. Tapi bagi BiDu, setiap CFD adalah kesempatan untuk membagi kebahagiaan lewat masakan. (*/r8)

Editor : Jelo Sangaji
#nasi kuning #cfn #Lombok Barat #Kuliner #cfd