Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

31 Pejabat Lombok Barat Adu Gagasan Masuk Tiga Besar Pansel Eselon II

Hamdani Wathoni • Rabu, 13 Agustus 2025 | 11:28 WIB
PAPARKAN GAGASAN: Haeruddin, salah satu peserta Pansel yang juga merupakan Sekretaris Dinas Perkim saat mempresentasikan makalahnya di depan tim pansel.
PAPARKAN GAGASAN: Haeruddin, salah satu peserta Pansel yang juga merupakan Sekretaris Dinas Perkim saat mempresentasikan makalahnya di depan tim pansel.

Lombok Post -Sebanyak 31 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tengah bersaing ketat dalam seleksi terbuka untuk memperebutkan 10 jabatan eselon II.

Tahapan seleksi saat ini telah memasuki babak presentasi dan pendalaman makalah, di mana para peserta harus mempertahankan gagasan yang mereka tuangkan dalam tulisan tangan.

Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Prof. Agusdin menjelaskan bahwa proses ini dimulai sejak Senin (11/8) dan berakhir hari Selasa (12/8).

”Mereka membuat makalah dengan tulisan tangan pada Sabtu lalu. Sekarang tim pansel mendalami apa yang sudah mereka tulis dan meminta mereka untuk mempresentasikannya,” ujar Prof. Agusdin.

Ia menambahkan, para peserta diminta mempertanggungjawabkan setiap gagasan yang mereka sampaikan.

Pada hari Senin, kesempatan diberikan kepada peserta yang melamar di dua jabatan sekaligus.

Prof Agusdin menyebut, sebagian besar gagasan yang disampaikan peserta relevan dengan makalah yang dibuat.

”Kami hanya memastikan apakah gagasan mereka sesuai dengan makalah yang ditulis dan mereka menguasainya atau tidak,” katanya.

Dari proses yang berjalan, lima anggota tim pansel akan menilai para peserta.

Penilaian makalah memiliki bobot 20 persen, sementara total penilaian dari pansel mencapai 55 persen.

Sisa 45 persen penilaian berasal dari hasil asesmen dan nilai tes CAT.

”Dari hasil akhir, kami akan menyodorkan tiga nama terbaik untuk setiap jabatan. Setelah itu, bupati yang akan menentukan satu orang untuk menduduki jabatan tersebut,” jelas guru besar Universitas Mataram tersebut.

Salah satu peserta, Haeruddin menyambut baik proses seleksi jabatan eselon II tahun ini.

Menurut Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lobar ini, ada tahapan yang berbeda dan menarik dibanding tahun sebelumnya.

”Terutama asesmen dari asesor yang akreditasi A, ini belum pernah ada sebelumnya,” katanya.

Selain itu, Haeruddin menilai tes berbasis CAT dan penulisan makalah dengan tangan merupakan langkah jitu untuk menguji penguasaan peserta terhadap gagasan yang mereka tulis.

”Kalau saya, kita ikuti saja prosesnya, karena pak bupati ingin mendapatkan hasil yang terbaik. Wajar tahapan seleksinya lebih ketat,” pungkas Haeruddin.

Editor : Kimda Farida
#JPTP #Lombok Barat 1 #Lombok Barat #Eselon II #pansel