LombokPost - Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menyebut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat) mengalami kelebihan pegawai. Kondisi ini dinilai membebani keuangan rumah sakit, yang saat ini tengah menanggung utang hingga Rp 13 miliar kepada pihak ketiga.
”Kita akan optimalkan. Setelah dianalisis, bisa saja pegawai dipindahkan dari perusahaan outsourcing. Jangan sampai terus membebani rumah sakit. Kalau rumah sakit sehat, bisa melakukan pengembangan untuk kepentingan masyarakat,” ujar bupati yang karib disapa LAZ itu.
Bupati menyebut fenomena kelebihan pegawai ini sebagai kesalahan masa lalu yang kini harus ia tanggung. Menurutnya, banyak pegawai RSUD Tripat justru tidak memiliki peran jelas. Ia menolak usulan sebagian anggota dewan agar rasionalisasi ditunda menunggu selesainya pembangunan RS Tipe D di Gunungsari yang juga belum jelas apakah disetujui pusat atau tidak.
”Spesifikasi pegawai sekarang tidak memungkinkan untuk itu. Nanti kan ada program lain, UMKM dan lainnya. Kalau terus kita biarkan, berat untuk rumah sakit. Lebih baik diperbaiki,” paparnya.
Target rasionalisasi disebut bisa mencapai 30 persen, meski angka final akan ditentukan dari hasil pemetaan (mapping) pegawai. ”Contoh, outsourcing kita butuh 20 orang, kenapa harus ada 40. Itu kan bisa disampaikan ke pihak outsourcing,” ujarnya.
LAZ juga mengimbau masyarakat mengubah pola pikir agar tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai, melainkan berwirausaha dengan meningkatkan kreativitas.
Direktur RSUD Tripat dr. Suriyadi mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti instruksi bupati dengan melakukan pemetaan pegawai berdasarkan latar belakang pendidikan, kompetensi, dan profesionalitas.
Menurutnya, rencana rasionalisasi ini tidak akan menimbulkan gejolak karena rumah sakit juga akan mengembangkan layanan baru yang tetap membutuhkan tenaga. Ia membuka kemungkinan pegawai dialihkan ke fasilitas kesehatan lain di bawah Dinas Kesehatan, termasuk RSUD Awet Muda Narmada atau puskesmas.
”Jadi jangan khawatir. Nanti disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya. Saat ini, RSUD Tripat memiliki 854 pegawai, terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga teknis, dan tenaga nonteknis. Beban pegawai yang besar dan kondisi keuangan yang tertekan menjadi alasan utama bupati mendorong penyehatan keuangan rumah sakit.
Editor : Siti Aeny Maryam