LombokPost – Fakta menarik terungkap terkait bangunan gedung IGD RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung, Lombok Barat. Gedung lantai lima ini ternyata belum tuntas meski sudah diserahterimakan tahun 2021 silam. Sampai saat ini, kondisi bangunan lantai lima belum beres dikerjakan.
”Kami sedang mencari dana bantuan pusat ke pusat. Rencananya itu (area lantai lima) untuk ruang operasi terpadu yang bisa menampung 10 sampai 12 ruang operasi. Sehingga gedung IGD bisa terintegrasi menjadi gedung Unit Kegawatdaruratan Terpadu,” jelas Direktur Utama RSUD Tripat Gerung dr. Suriyadi kepada wartawan pekan lalu.
Selain ruang operasi, gedung IGD ini juga disebutnya bakal dilengkapi ruang ICU, ada PCU, Cathlab dan lantai di bawahnya ada ruang kegawatdaruratan anak. Pihaknya pun mengaku sudah mengajukan ke pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk untuk pengembangan layanan IGD bersumber dari dana DAK.
”Cuma kembali dari keuangan pusat. Disamping kami juga mencari sumber keuangan lain,” ucapnya.
Ditanya apakah kondisi bangunan lantai lima yang belum jadi memang sudah sesuai kontrak? Suriyadi mengaku tak tahu pasti. ”Penganggarannya saat itu sebelum saya (menjabat Dirut). Saat itu saya masih di ruang operasi (bertugas),” ucapnya.
Sementara Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini mengaku kondisi bangunan lantai lima yang belum tuntas karena kondisi keuangan rumah sakit saat ini belum sehat.
Sehingga jika keuangan rumah sakit sehat, persoalan di lantai lima itu menurutnya bisa diselesaikan. ”Masalahnya memang kontraknya sampai di situ. Fisiknya sampai lantai lima. Cuman isinya yang belum,” ucap pria yang karib disapa LAZ ini.
Sementara anggota anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat Dr. Syamsuriansyah juga mengaku tak tahu pasti dengan kondisi lantai lima gedung IGD RSUD Tripat. Dia berharap semua bagian gedung bisa difungsikan.
”Kita tunggu saja dari dana DAK dan DAU. Kita juga berharap dari DBHCHT. Terkait sudah diserah terimakan (meski belum jadi), saat itu saya belum menjabat. Jadi saya tidak komentar itu. Nanti kami dorong dan koordinasikan agar segera diselesaikan,” ucap politisi Perindo tersebut.
Pantauan Lombok Post di lantai lima gedung IGD RSUD Tripat, kondisinya masih belum beres sama sekali. Mulai dari finishing bagian lantai hingga atap bahkan pondasi. Kemudian ada beberapa bagian fisik juga terlihat belum tuntas dikerjakan seperti tangga, jaringan listrik hingga plafonnya.
Dari penelusuran LPSE Lombok Barat, proyek gedung IGD RSUD NTB ini dikerjakan tahun 2020 silam. Anggaran pembangunan gedung ini bersumber dari pinjaman daerah ke pihak bank dengan pagu anggaran sebesar Rp 80 miliar.
Pemenang lelang proyek ini adalah PT Damai Indah Utama yang beralamat di Jalan Mamik Acip Thalib Lingkar Selatan Mataram dengan penawaran sebesar Rp 76,7 miliar. Bangunan ini dikerjakan tahun 2020 dan diserahterimakan tahun 2021.
Rencana awal, bangunan dan fasilitas gedung IGD RSUD Tripat akan membutuhkan anggaran Rp 115 miliar. Namun anggaran yang tersedia saat itu dari pinjaman daerah sekitar Rp 80 miliar. (ton)
Editor : Redaksi Lombok Post