Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Semarakkan Kemedekaan dengan Kebaikan, Pemdes Kebon Ayu Gelar Tablig Akbar

Hamdani Wathoni • Minggu, 24 Agustus 2025 | 18:18 WIB
CERAMAH KEBANGSAAN: TGH Muammar Arafat saat menyampaikan ceramah agama saat acara tabligh akbar kemerdekaan yang diadakan Pemerintah Desa Kebon Ayu, Jumat malam (22/8).
CERAMAH KEBANGSAAN: TGH Muammar Arafat saat menyampaikan ceramah agama saat acara tabligh akbar kemerdekaan yang diadakan Pemerintah Desa Kebon Ayu, Jumat malam (22/8).

LombokPost - Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80 di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat tahun ini memiliki nuansa berbeda. Pemerintah Desa Kebon Ayu menggelar tablig akbar menghadirkan ulama muda TGH Muammar Arafat.

Ketua panitia tablig akbar Abdul Gani menyampaikan jika tahun ini perayaan HUT Kemerdekaan sengaja diisi dengan nuansa keagamaan. “Tujuannya agar memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya generasi muda agar Hari Kemerdekaan sudah selayaknya diisi dengan segala hal yang memiliki kebaikan,” ucapnya.

Panitia mengundang TGH Muammar Arafat karena ceramahnya dinilai menarik, relevan dan mendapat antusias dari semua kalangan. Tidak hanya para orang tua tetapi juga generasi muda.

“Kami harapkan melalui Tabligh Akbar ini, banyak pelajaran yang bisa diambil oleh para orang tua maupun generasi muda. Sebagai momentum untuk mengisi kemerdekaan ke depan,” harapnya.

TGH Muammar Arafat dalam ceramahnya menyampaikan jika tantangan para orang tua dan generasi muda saat ini tidak mudah. Mereka dihadapkan dengan berbagai persoalan kehidupan yang jauh berbeda dengan para orang tuanya.

“Kalau orang tua dulu tidak ada mereka dihadapkan dengan smartphone, tidak ada namanya media sosial, judi online, dan segala macamnya,” papar Pimpinan Ponpes Darul Falah Kota Mataram tersebut.

Maka, tantangan yang dihadapi generasi yang disebut milenial, gen Z hingga gen alpha otomatis lebih berat. Untuk itu, peran orang tua juga kini disebut TGH Muammar Arafat harus ekstra mendidik, membina dan mengarahkan putra-putri mereka ke arah kebaikan.

Tak hanya dari sisi tantangan yang dihadapi, mental berjuang generasi muda saat dirasakan tidak sebanding dibandingkan para orang tua zaman dulu. Berdampak pada rasa malas mereka. “Maka untuk melawan rasa malas pada anak-anak. Kita harus tanamkan rasa malu. Agar rasa malu mereka mengalahkan rasa malasnya,” terangnya.

ANTUSIAS: Warga Desa Kebon Ayu memadati jalan depan kantor desa mengikuti pengajian agama bertajuk tabligh akbar kemerdekaan.
ANTUSIAS: Warga Desa Kebon Ayu memadati jalan depan kantor desa mengikuti pengajian agama bertajuk tabligh akbar kemerdekaan.

TGH Muammar mengajak masyarakat khususnya para generasi muda melalui momentum kemerdekaan ini untuk bersama-sama mengisinya dengan kebaikan. Tidak mudah terpecah belah dan menghindari segala perilaku negatif. Mengingat nasib daerah, bangsa dan negara terletak pada bagaimana masyarakat saat ini mengisi kemerdekaan.

Editor : Siti Aeny Maryam
#kemerdeakaan #Lombok Barat #tablig akbar #pengajian #agama #alquran