Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Camat Gerung Sapoan, Jadi Filatelis Sejak SMA

Sanchia Vaneka • Senin, 25 Agustus 2025 | 07:24 WIB
Sapoan saat menunjukkan koleksi perangko yang dimilikinya.
Sapoan saat menunjukkan koleksi perangko yang dimilikinya.

LombokPostDi samping jabatannya sebagai Camat Gerung, Sapoan menyimpan hobi unik yang sudah ditekuninya sejak muda yakni filateli, atau mengumpulkan prangko.

Kecintaannya pada benda-benda pos ini dimulai sejak ia masih duduk di bangku SMA, sekitar tahun 1986.

Hobi ini tak hanya sekadar mengoleksi, tetapi juga menjadi jendela wawasan dan investasi yang menjanjikan.

Sapoan bercerita, dulu ia adalah bagian dari komunitas Perkumpulan Filateli Mataram yang kemudian berkembang menjadi Perkumpulan Filateli Lombok pada tahun 1988.

Di komunitas ini, Sapoan pernah menjabat sebagai ketua di tingkat Kota Mataram. Ia aktif mengikuti kongres nasional hingga pameran filateli, bahkan pernah menjadi wakil dari NTB di Kongres Filateli Nasional di Lampung pada tahun 1990.

“Awalnya, hobi ini mengenalkan kita pada banyak hal. Misalnya, dari perangko bergambar Soekarno-Hatta, kita bisa tahu kapan diterbitkan dan sejarah di baliknya,” jelasnya.

Bagi Sapoan, dunia filateli tidak hanya sebatas perangko. Ada berbagai jenis lain yang dikoleksi, seperti mini set, blok, sampul peringatan, dan sampul hari pertama (SHP).

Ia menyebut, nilai koleksi ini bisa melonjak drastis seiring berjalannya waktu.

“Saya pernah beli perangko lengkap Soekarno-Hatta tahun 2003-2004 dengan harga Rp 45 ribu. Tahun 2011-2012, ada yang menawar Rp 2 juta. Tapi saya tidak mau jual, karena hanya punya satu,” ungkapnya.

 Baca Juga: Filateli Membentuk Karakter Disiplin dan Kesabaran

Sapoan menjelaskan, nilai investasi ini didorong oleh jumlah cetakan yang terbatas.

Kolektor harus bergerak cepat begitu ada penerbitan baru dari PT Pos Indonesia, terutama untuk seri-seri langka.

Salah satu koleksi yang paling berkesan baginya adalah sampul peringatan Putri Mandalika yang ditandatangani oleh mantan Gubernur NTB Harun Al-Rasyid.

“Itu saya kejar sampai begadang. Kenapa berkesan, karena tanda tangan beliau pas peresmian tidak akan terulang lagi,” kenangnya.

Di tengah era digital saat ini, hobi filateli menghadapi tantangan. Namun, Sapoan tetap optimistis.

Ia meyakini filateli masih memiliki nilai edukasi yang tinggi, seperti membentuk karakter disiplin dan kesabaran.

Sapoan juga menegaskan, filateli bisa menjadi investasi yang menjanjikan, di mana harga koleksi yang awalnya murah bisa bernilai jutaan di kemudian hari.

“Seandainya kami aktif sosialisasi ke sekolah-sekolah, saya yakin anak-anak, terutama yang putri, pasti suka dengan perangko,” ujarnya.

Meskipun saat ini ia tidak seaktif dulu karena kesibukan, Sapoan tetap terhubung dengan komunitas filateli pusat dan berharap dapat kembali aktif setelah pensiun.

Ia percaya, dengan sosialisasi yang masif, hobi filateli akan kembali banyak diminati oleh generasi muda.

“Tahun depan saya pensiun, jadi saya mau aktif kembali untuk filateli ini,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#Filateli #prangko #FILATELIS