Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Semarak Perayaan HUT ke-30 Desa Perampuan: Ubah Kesan Rawan Jadi Aman, Kini Berstatus Mandiri

Hamdani Wathoni • Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:16 WIB
RAYAKAN HARI JADI: Suasana perayaan Hari Jadi Desa Perampuan ke-30 dirangkai dengan HUT Kemerdekaan RI ke-80, Minggu (24/8).
RAYAKAN HARI JADI: Suasana perayaan Hari Jadi Desa Perampuan ke-30 dirangkai dengan HUT Kemerdekaan RI ke-80, Minggu (24/8).

LombokPost - Desa Perampuan Kini Berstatus Mandiri ajah Desa Perampuan kini perlahan berubah. Desa Perampuan yang dulu dikenal banyak orang tak lagi sama. Banyak perubahan yang telah terjadi di desa ini di bawah kepemimpinan kepala desa Muhammad Zubaidi.

Minggu pagi (24/8), ribuan warga tumpah ruah di jalan-jalan Desa Perampuan. Berpakaian olahraga, mereka bersemangat mengikuti jalan sehat. Dari anak-anak, remaja, hingga orang tua semua larut dalam keceriaan.

Kegiatan ini bukan sekadar jalan sehat, melainkan puncak dari rangkaian perayaan ganda, HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-30 Desa Perampuan. Kemeriahan semakin lengkap dengan berbagai doorprize menarik. Namun ada yang berbeda tahun ini.

Panitia memberikan hadiah tambahan bagi warga yang memungut sampah selama perjalanan. ”Kami ingin mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga kebersihan,” tutur Kepala Desa Perampuan Muhammad Zubaidi kepada Lombok Post.

Perayaan ini sejatinya sudah dimulai sejak awal Agustus. Ada turnamen sepak bola Kades Cup yang digelar pemuda desa, hingga lomba-lomba edukatif seperti PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Tujuannya menumbuhkan rasa kebersamaan dan menjadikan desa bersih serta sehat.

Namun ada yang lebih membanggakan dari sekadar kemeriahan. Dalam kurun empat tahun terakhir, status Desa Perampuan terus menanjak. Dari desa berkembang (2021), menjadi desa maju (2023), hingga akhirnya tahun ini resmi menyandang predikat desa mandiri.

”Ini buah kerja keras kita semua,” kata Zubaidi dengan nada penuh syukur. Lebih dari itu, Zubaidi menegaskan tekadnya untuk menghapus stigma lama yang melekat pada desanya. Perampuan dulu kerap disebut daerah rawan, kini diubah menjadi desa yang aman, nyaman, dan tenteram.

”Tantangan memang ada. Apalagi banyak pendatang yang tinggal di perumahan baru di desa ini. Karena itu, kami akan menertibkan administrasi kependudukan agar situasi lebih tertata,” ujarnya. Warga pun menyambut positif langkah tersebut.

Mereka percaya perubahan sudah terasa nyata. Perampuan kini bukan lagi desa yang dicap rawan. Melainkan desa yang penuh semangat, bersih, kompak, dan terus melangkah maju. (*/r8)

Editor : Jelo Sangaji
#hut #desa #Lombok Barat #Perampuan