LombokPost – Penemuan mayat perempuan di Pantai Senggigi, Lombok Barat, Sabtu malam (30/8), kembali menggegerkan warga. Jasad tanpa identitas itu ditemukan tak jauh dari tikungan Tanjakan Cafe Alberto, tepat di bawah pohon beringin kawasan Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar.
Kepala Desa Senggigi Mastur membenarkan kabar tersebut. Ia mengaku mendapat laporan dari warga sekitar pukul 21.30 Wita. Namun ketika ia tiba di lokasi, jasad sudah lebih dulu dievakuasi polisi. “Saya langsung turun setelah mendapat informasi dari warga dan Bhabin. Tapi mayat sudah dibawa oleh kepolisian. Penanganannya langsung oleh Polres Lombok Barat,” kata Mastur kepada Lombok Post.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum bisa dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan, termasuk memastikan penyebab kematian serta ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan. Meski begitu, kabar penemuan mayat ini cepat menyebar dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Senggigi. “Kami harap kasus ini bisa segera diusut tuntas agar warga tidak khawatir,” tegas Mastur.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama warga akan menggiatkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Mulai malam ini, warga bersama TNI-Polri dan Linmas Kecamatan Batulayar akan melakukan patroli di wilayah masing-masing.
Di sisi lain, penemuan mayat ini memunculkan dugaan adanya keterkaitan dengan kasus hilangnya seorang warga negara asing (WNA) asal Spanyol, Maria Matilde Muñoz Cazorla (73). Perempuan lansia itu dilaporkan hilang sejak 1 Juli 2025 setelah pamit berjalan menuju pantai dari Hotel Bumi Aditya, Senggigi, tempat ia menginap sejak 13 Juni.
Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap melalui Kasat Reskrim AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata sebelumnya menjelaskan, laporan orang hilang diterima setelah ada permintaan resmi dari Kedutaan Besar Spanyol. Polisi bahkan sudah menerbitkan Daftar Pencarian Orang Hilang (DPOH). “Korban terakhir terlihat sekitar pukul 10.00 Wita, saat berpamitan untuk ke pantai. Setelah itu tidak pernah kembali,” ujar Lalu Eka.
Maria sempat memperpanjang masa inapnya di Hotel Bumi Aditya hingga 20 Juli. Namun sampai batas itu, ia tak kunjung kembali. Pihak hotel kemudian melaporkan kasus ini ke kepolisian. Pencarian pun diperluas hingga bandara dan pelabuhan. Hasil koordinasi dengan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menunjukkan, Maria terakhir kali tercatat terbang ke Jakarta pada 5 Maret 2025. “Untuk Juli hingga Agustus tidak ada catatan penerbangan atas nama yang bersangkutan,” jelas Lalu Eka.
Hal serupa juga ditemukan saat pengecekan manifes penumpang di Pelabuhan Lembar, Bangsal, maupun Senggigi. Tidak ada nama Maria dalam daftar penyeberangan ke Bali atau wilayah lain.
Polisi menyebut, Maria memiliki ciri fisik rambut pendek bergelombang warna putih, tubuh kurus, kulit putih berkerut, dengan tinggi sekitar 150 cm. “Pencarian masih terus dilakukan. Kami juga minta bantuan masyarakat bila mengetahui keberadaan yang bersangkutan,” tambahnya.
Saat ini, Polres Lombok Barat masih mengkaji kemungkinan keterkaitan antara jasad yang ditemukan di Senggigi dengan laporan orang hilang tersebut. Hanya saja, pihak kepolisian belum bersedia memberikan pernyataan resmi.
Bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait, dapat menghubungi Hotline Satreskrim Polres Lobar di 081230154600 atau layanan darurat 110.
Editor : Jelo Sangaji