Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan Terong Tawah Mulus, Warga Girang, Tertarik Segera Pindah ke KTP Lobar?

Hamdani Wathoni • Senin, 8 September 2025 | 09:01 WIB
SUDAH BAGUS: Beginilah kondisi Jalan Terong Tawah yang kini sudah diaspal bagian segmen satu oleh Pemkab Lombok Barat. Pengaspalan dilakukan malam hari.
SUDAH BAGUS: Beginilah kondisi Jalan Terong Tawah yang kini sudah diaspal bagian segmen satu oleh Pemkab Lombok Barat. Pengaspalan dilakukan malam hari.

LombokPost - Warga Desa Terong Tawah, Lombok Barat, tak bisa lagi menyembunyikan senyum sumringah. Jalanan yang sebelumnya penuh lubang dan genangan air—bahkan saking parahnya disebut mirip kolam ikan—kini berubah total menjadi mulus dan mentereng.

Aspal mulus terhampar. Jalan yang semula sempit kini lebih lebar setelah bahu jalan dirabat. Saluran drainase yang semula tak karuan bentuknya kini sudah diperbaiki. Jalan Terong Tawah yang kini sudah bagus membuat perjalanan menjadi jauh lebih nyaman dan aman. 

Perubahan drastis ini disambut dengan sukacita oleh warga, yang selama ini mendambakan perbaikan infrastruktur di wilayah mereka. Salah satu yang merasakan manfaat langsung adalah Dhimas, warga perumahan Grand Muslim. Ia tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat dan Bupati Lalu Ahmad Zaini (LAZ). 

”Sudah paten! Terima kasih Pemkab Lobar, terima kasih Bupati LAZ,” ujarnya. Namun, di tengah euforia itu, Dhimas juga mengingatkan.

Aspal baru memang menggoda, tapi beberapa pengendara disebutnya ‘kembaruk’ atau terlalu bersemangat. Mereka memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, mengabaikan keselamatan. Padahal, jalan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan Kota Mataram dan Lombok Barat. 

”Boleh kita senang, tapi jangan ngebut, berbahaya nanti buat pengendara yang lain,” ucapnya mengingatkan warga lainnya.

Perbaikan jalan ini memang sudah lama dinanti. Jalan yang kini mulus baru terbentang sejauh 300 meter hingga Kampung Muhajirin ini dirasakan warga sebagai penggerak utama aktivitas sosial dan ekonomi.

”Terima kasih kepada Pemkab Lobar yang menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Jalan ini memang penyokong aktivitas masyarakat dan perekonomian warga,” ucap Dhimas penuh rasa syukur. 

Kegembiraan serupa juga dirasakan Cici Wulantari, seorang warga Lingkar Asri yang masih ber-KTP Mataram. Baginya, perbaikan ini tak hanya soal jalan, tetapi juga bukti nyata responsivitas pemerintah. Saking senangnya, Cici bahkan mempertimbangkan untuk pindah KTP ke Lombok Barat.

”Senang banget, karena sudah tidak sakit pinggang lagi berkendara. Kami siap pertimbangkan pindah KTP ke Lombok Barat kalau seperti ini. Terima kasih LAZADHA (Bupati LAZ dan Wabup Nurul Adha),”ucapnya. 

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lombok Barat Lalu Ratnawi menjelaskan, perbaikan ini dilakukan secara bertahap. Aspal yang sudah rampung baru sebagian dari total panjang jalan 1,2 kilometer. ”Saat ini baru sekitar 300 meter jalan yang sudah diaspal untuk segmen satu,” jelasnya. 

Proses pengaspalan akan dilanjutkan pada 11 September, dengan total empat segmen yang akan dikerjakan. Untuk menghindari kemacetan dan gangguan aktivitas warga, Lalu Ratnawi menegaskan bahwa pekerjaan mayor dilakukan pada malam hari. ”Kami pilih jam 10 malam kami tutup total. Soalnya tidak bisa diaspal sebagian makanya jalan harus ditutup total saat pengaspalan,” terangnya. 

MULUS: Sejumlah pengendara tengah melintas di Jalan Terong Tawah yang baru selesai diaspal, Minggu (7/9).
MULUS: Sejumlah pengendara tengah melintas di Jalan Terong Tawah yang baru selesai diaspal, Minggu (7/9).

Penutupan total ini dilakukan agar kualitas aspal tidak cepat rusak karena dilintasi kendaraan saat masih dalam proses. Lalu Ratnawi juga meminta warga bersabar. Sebab, pengerjaan yang lebih penting dari sekadar aspal adalah perbaikan drainase. 

”Pekerjaan mayornya yang jauh lebih penting adalah drainase. Aspal hanya sebentar,” tegasnya. Jika drainase tidak diperbaiki, jalan yang sudah diaspal akan cepat rusak kembali. Sehingga pengerjaan drainase diselesaikan terlebih dahulu untuk memastikan jalan yang dibangun memiliki ketahanan jangka panjang. ”Makanya kami selesaikan pekerjaannya dulu adalah drainase. Karena kalau tidak selesai, jalannya bisa cepat rusak karena aspal cepat kalah sama air yang menggenang,” paparnya. (*)

Editor : Jelo Sangaji
#mulus #Lombok Barat #Terong Tawah #jalan rusak #Lazadha