Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sapoan, Camat Gerung di Lombok Barat dengan Hobi Filateli

Sanchia Vaneka • Senin, 8 September 2025 | 12:16 WIB

 

Sapoan, Camat Gerung menunjukkan koleksi perangkonya.
Sapoan, Camat Gerung menunjukkan koleksi perangkonya.
 

Di balik jabatannya sebagai Camat Gerung, Kabupaten Lombok Barat Sapoan memiliki hobi unik yang telah ia tekuni sejak lama, yaitu filateli.

Kecintaannya pada benda-benda pos ini tidak hanya menjadi sumber wawasan sejarah, tetapi juga investasi menguntungkan yang nilainya bisa melonjak hingga jutaan rupiah.

SANCHIA VANEKA, Mataram 

Kesibukannya sebagai Camat Gerung, Sapoan memiliki dunia lain yang ia tekuni sejak muda, yakni filateli, seni mengumpulkan perangko.

Hobi yang dimulai sejak ia masih duduk di bangku SMA pada tahun 1986 ini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, melainkan sebuah perjalanan untuk mengabadikan sejarah, menambah wawasan, dan bahkan menjadi investasi yang menjanjikan.

Sapoan pertama kali mengenal filateli melalui komunitas Perkumpulan Filateli Mataram, yang kemudian bertransformasi menjadi Perkumpulan Filateli Lombok pada tahun 1988. 

“Dulu itu kita mulai dari komunitas kecil di Mataram. Sering ikut pameran, kemudian berubah menjadi Filateli Lombok,” jelasnya sambil mengenakan baju persatuan filateli Indonesia berwarna biru muda layak ya baju seorang pegawai negeri. 

Di komunitas ini, ia pernah dipercaya sebagai ketua untuk wilayah Kota Mataram.

Kecintaannya pada benda-benda pos membawanya aktif mengikuti berbagai kongres nasional dan pameran filateli.

Sapoan bahkan pernah menjadi perwakilan dari NTB dalam Kongres Filateli Nasional di Lampung pada tahun 1990.

 Baca Juga: Filateli Membentuk Karakter Disiplin dan Kesabaran

"Awalnya, hobi ini mengenalkan kita pada banyak hal. Misalnya, dari perangko bergambar Soekarno-Hatta, kita bisa tahu kapan diterbitkan dan sejarah di baliknya," cerita Sapoan. 

Baginya, setiap perangko adalah kapsul waktu yang menyimpan kisah dan peristiwa penting.

Sehingga saat ini pun, dunia filateli berada dibawah naungan Kementerian Kebudayaan RI, dan ketua Filateli Indonesia langsung dipegang oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.  

Dunia filateli Sapoan tidak hanya terbatas pada perangko.

Ia juga mengoleksi berbagai jenis benda pos lainnya, seperti mini set, blok, sampul peringatan, dan sampul hari pertama (SHP).

Ia menyebut, nilai koleksi ini bisa melonjak drastis seiring berjalannya waktu. 

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat mendapatkan sampul peringatan Putri Mandalika yang ditandatangani oleh mantan Gubernur NTB, Harun Al-Rasyid.

"Itu saya kejar sampai begadang. Kenapa berkesan, karena tanda tangan beliau pas peresmian tidak akan terulang lagi," kenangnya.  

Momen mendapatkan koleksi langka dengan tanda tangan asli tokoh penting menjadi kenangan tak terlupakan. 

Sapoan juga menceritakan bagaimana hobi ini menjadi investasi yang menggiurkan. 

“Saya pernah beli perangko lengkap Soekarno-Hatta tahun 2003-2004 dengan harga Rp 45 ribu. Tahun 2011-2012, ada yang menawar Rp 2 juta," ungkapnya. 

"Seandainya kami aktif sosialisasi ke sekolah-sekolah, saya yakin anak-anak, terutama yang putri, pasti suka dengan perangko," ujarnya penuh harap. 

Ia percaya, dengan sosialisasi yang masif, hobi filateli akan kembali banyak diminati oleh generasi muda.

Meskipun saat ini ia tidak seaktif dulu karena kesibukan, Sapoan tetap terhubung dengan komunitas filateli pusat.

Ia berencana akan kembali fokus pada hobi ini setelah pensiun. 

 “Tahun depan saya pensiun, jadi saya mau aktif kembali untuk filateli ini,” tandasnya. 

Bagi Sapoan, filateli adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya, sebuah warisan berharga yang ia rawat dengan sepenuh hati.

 “Kenapa ya kalau saya lihat ini itu bawaannya senang, happy gitu. Karena memang hobi,” ucapnya. 

 

Editor : Kimda Farida
#Filateli #Camat #Gerung #FILATELIS