LombokPost – Setelah merampungkan pembangunan Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Menengah Pertama (SR-SMP) Rintisan di Sentra Paramita, kini giliran SR tingkat Sekolah Dasar (SR-SD) di SKB Gunungsari yang tuntas direnovasi. Sekolah ini akan mulai beroperasi pada 22 September mendatang.
"Alhamdulillah, semua berjalan baik. Pembangunannya sesuai harapan. Yang paling penting, murid sudah tersedia dengan kapasitas penuh 100 siswa," ujar Bupati Lombok Barat (Lobar) Lalu Ahmad Zaini saat meninjau persiapan pembukaan SR di SKB Gunungsari.
Renovasi SKB Gunungsari dilakukan menyeluruh dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar. Gedung sekolah kini memiliki ruang kelas baru, asrama, dan sejumlah fasilitas penunjang. Pemkab Lobar mengambil langkah strategis dengan lebih dulu menerima siswa, agar Lobar memperoleh prioritas dalam pembangunan SR permanen di Kecamatan Kuripan.
"Untuk sementara, siswa dititip di SR-SD rintisan ini. Begitu pembangunan SR di Kuripan selesai, mereka langsung pindah ke sana," jelas LAZ.
Proses pembangunan SR Kuripan diprediksi rampung dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Nantinya, SKB Gunungsari yang sudah direnovasi tetap dapat dimanfaatkan Pemkab untuk berbagai kegiatan pendidikan dan sosial. Menurut LAZ, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat untuk memastikan akses pendidikan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tak hanya di bidang pendidikan, Pemkab Lobar juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat dalam program unggulan lain, seperti Kopdeskel Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG). "Tim Kemenkopolkam RI sudah turun ke Lobar. Mereka membangun sinergi agar semua program pusat, termasuk SR, berjalan lancar," tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Lobar Lalu Winengan menyebutkan, 100 siswa telah diseleksi untuk menempati bangku SR-SD Gunungsari. Proses pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan dimulai pada 22 September bersamaan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar.
"Tenaga pengajar disiapkan lima orang. Kepala sekolah SR-SD dijabat langsung oleh Kepala SMP Gunungsari," terang Winengan. Kehadiran SR-SD ini disambut hangat oleh masyarakat. Para orang tua merasa bersyukur anak-anak dari keluarga miskin ekstrem bisa menikmati fasilitas pendidikan yang layak dan gratis.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Sentra Paramita Lombok Barat, Gratis Plus Biaya Hidup Siswa DitanggungPengelola SR-SD Gunungsari menilai kehadiran sekolah ini bukan hanya menjawab kebutuhan pendidikan dasar, tetapi juga diharapkan mampu menjadi jalan pemutus rantai kemiskinan.
"Semoga anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mengangkat derajat ekonomi keluarganya. Mereka bisa menjadi tumpuan bagi orang tua, daerah, bahkan bangsa," ujar salah satu pengelola.
Dengan langkah cepat ini, duet kepemimpinan LAZ-UNA kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan program nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Dua SR yang sudah terealisasi menjadi bukti sinergi pemerintah daerah dengan pusat untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat, terutama keluarga miskin di Lombok Barat.
Editor : Siti Aeny Maryam