Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kapolsek Kediri Iptu Pulung Anggara Ingin Optimalkan Pencegahan, Jaga Kota Santri dari Bahaya Narkoba dan Judi Online

Hamdani Wathoni • Rabu, 17 September 2025 | 11:22 WIB
Iptu Pulung Anggara
Iptu Pulung Anggara

LombokPost - Iptu Pulung Anggara kini menjabat Kapolsek Kediri, Lombok Barat yang baru.

Pria bersahaja ini bertekad menjaga kondusivitas kota santri berkolaborasi dengan para alim ulama di sejumpah pondok pesantren yang ada di wilayah ini.

Iptu Pulung Anggara tampak begitu bersemangat. Nada bicaranya tegas namun ramah.

Dihadapan para wartawan yang diajaknya bersilaturahmi belum lama ini, dia menegaskan dirinya ingin mengedepankan langkah pencegahan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah yang dikenal sebagai kota santri ini.

”Apakah kita mau menunggu anak-anak kita terjerat kasus kriminal seperti narkoba dulu baru bertindak. Tentu tidak. Yang kita butuhkan sekarang adalah aksi pencegahan bersama,” ucapnya membuka perbincangan.

Bagi Pulung, menjaga Kediri bukan hanya tugas polisi.

Harkamtibmas atau pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat adalah tanggung jawab bersama.

Karena itu, ia mendorong agar semua elemen ikut serta mulai dari kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, DPRD, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga pondok pesantren.

”Kediri ini kota santri. Banyak ulama, banyak ponpes. Ini kekuatan kita untuk mencegah generasi muda dari pengaruh narkoba maupun judi online. Polisi hanya manusia biasa, ada keterbatasan. Tapi kalau kita jalan bersama, hasilnya akan besar,” ujarnya.

Pulung juga menilai perlunya wadah khusus yang bisa menampung aspirasi dan keluhan masyarakat.

Forum itu nantinya bisa mempertemukan seluruh unsur, dari pemerintah hingga masyarakat akar rumput.

”Di situlah kita bisa terbuka membahas persoalan yang ada di Kediri. Kita dengarkan keluhan, kita cari solusi bersama,” jelasnya.

Baca Juga: Forum Kadus di Kawasan Sirkuit Mandalika Pastikan Keamanan Event MotoGP

Kediri dikenal sebagai kota religius. Namun Pulung menyadari, stigma sebagai kota santri bukan berarti wilayah ini kebal dari permasalahan sosial.

Ironis, di tengah banyaknya santri dan alim ulama, masih ada kasus narkoba.

Begitu juga judi online, sekarang sudah jadi rahasia umum.

Karena itu, pendekatan preventif jauh lebih penting. Sosialisasi ke sekolah, pondok pesantren, hingga komunitas pemuda menjadi langkah yang akan diperkuat.

”Kalau hanya mengandalkan penindakan, habis satu tumbuh seribu. Yang utama adalah mencegah agar jangan sampai anak-anak muda kita terjerumus,” tegas pria asal Banjarnegara, Jawa Tengah ini.

Meski baru menjabat, Pulung mengaku siap menerima masukan dari berbagai pihak.

”Saya tidak anti kritik. Kritik itu penting untuk introspeksi. Sampaikan saja ke saya, insyaallah akan saya tindaklanjuti,” ucapnya.

Ia bahkan mengajak media dan masyarakat untuk ikut serta mengawasi.

Baginya, keterbukaan adalah modal penting agar polisi tidak berjalan sendiri.

”Kalau kita hanya bisa menyalahkan tanpa ada action, sama saja. Kita harus bergerak bersama,” tambahnya.

Sebelum bertugas di Kediri, Pulung sempat menjabat Kapolsek Sekongkang, Sumbawa Barat. Karakter wilayah yang pernah dipimpinnya tentu jauh berbeda.

Jika di Sekongkang ia berhadapan dengan masyarakat yang dikelilingi tambang, maka di Kediri, ia kini berada di lingkungan yang dikelilingi alim ulama.

Tentu dia harus menyesuaikan. Pola pendekatan harus berbeda.

Di Kediri, kekuatan terbesar ada pada tokoh agama dan pondok pesantren.

”Itu yang harus kita rangkul,” cetusnya.

Dengan pengalaman dan komitmen itu, Pulung berharap bisa membawa Kediri tetap aman, damai, dan jauh dari pengaruh negatif narkoba maupun judi online.

Ia percaya, kekuatan kolaborasi akan lebih efektif daripada sekadar mengandalkan aparat kepolisian.

”Kalau kita bersama, insyaallah Kediri tetap jadi kota santri yang aman, tertib, dan religius,” pungkasnya. (*/r8)

Editor : Kimda Farida
#kamtibmas #Kediri #Lombok Barat #kapolsek #kota santri