Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemda Lombok Barat dan Pertamina Diminta Bertindak Cepat Atasi Kelangkaan Gas Elpiji Subsidi

Hamdani Wathoni • Rabu, 17 September 2025 | 09:37 WIB
LANGKA: Sejumlah warga mendatangi SPPBE Kuripan meminta untuk bisa membeli gas elpiji subsidi, Rabu (17/9).
LANGKA: Sejumlah warga mendatangi SPPBE Kuripan meminta untuk bisa membeli gas elpiji subsidi, Rabu (17/9).

LombokPost – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Lombok Barat semakin meresahkan warga, terutama saat momentum perayaan Maulid Nabi. Ratusan warga Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, terpaksa mendatangi Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Kuripan, Senin (16/9), karena sulit mendapatkan gas di pangkalan maupun pengecer.

Warga mengaku sudah dua pekan lebih kesulitan memperoleh gas melon. Akibatnya, mereka terpaksa membeli hingga ke luar kecamatan, bahkan ke Kota Mataram. Namun stok tetap terbatas, sementara harga meroket dari HET Rp18 ribu menjadi Rp25 ribu–Rp31 ribu per tabung.

“Kami susah mau masak, apalagi sekarang musim maulid. Terpaksa beli mahal, daripada tidak bisa masak sama sekali,” keluh Muaini, warga setempat.

Situasi sempat memanas karena warga kecewa tidak diberi kepastian bisa membeli langsung di SPPBE. Polisi turun berjaga, sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar bersama anggota DPRD menenangkan massa. Setelah negosiasi, SPPBE akhirnya mengizinkan warga membeli tabung gas secara terbatas.

Kepala Disperindag Lobar, Lalu Agha Farabi, mengaku belum mengetahui penyebab pasti kelangkaan. “Kami akan segera memanggil Pertamina dan meminta data jelas, termasuk soal distribusi dan harga. Kalau ada permainan, tentu akan kami tindak bersama aparat hukum,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Lobar Dapil Gerung-Kuripan, Munawir Haris, menyoroti penurunan drastis pasokan di salah satu agen Kuripan, dari enam truk menjadi hanya tiga truk. “Di SPPBE Lembar normal, tapi di agen macet. Kami minta kuota tambahan agar masyarakat tidak dirugikan,” ujarnya.

Dari pihak Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Area Manager Communication Relations & CSR, Ahad Rahedi, memastikan stok aman di pangkalan. Pertamina bahkan menyalurkan tambahan pasokan fakultatif jelang perayaan maulid. “Kami imbau masyarakat membeli langsung di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET,” jelasnya.

Warga berharap masalah distribusi elpiji ini segera tuntas agar aktivitas rumah tangga maupun usaha kecil tidak lumpuh di tengah perayaan Maulid Nabi.

Editor : Jelo Sangaji
#langka #Lombok Barat #elpiji #Subsidi #pertamina