LombokPost – Upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat dukungan penuh dari Gerakan Bersama Masyarakat Nusantara (GEBER). Organisasi ini resmi dikukuhkan dalam acara yang digelar di Gedung Eks Camat Gunungsari, Rabu (18/9), dengan dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, puluhan kepala desa, serta masyarakat dari Kecamatan Gunungsari, Batulayar, dan Lingsar.
Acara pengukuhan berlangsung meriah dan penuh semangat. Selain penguatan komitmen dalam menjaga lingkungan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan lomba menggambar bertema pelestarian alam yang diikuti anak-anak dan remaja.
Tidak hanya itu, sebanyak 50 orang penerima santunan yang terdiri dari orang tua jompo dan anak yatim turut mendapat perhatian khusus sebagai wujud kepedulian sosial.
Ketua GEBER Saiful Hak menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal berbagai program pelestarian alam di NTB. Menurutnya, kekayaan alam yang dimiliki daerah ini harus dijaga untuk generasi mendatang.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kekayaan alam NTB tetap terjaga. GEBER akan selalu hadir dalam setiap langkah menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ungkap Saiful dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para kepala desa dan masyarakat yang sudah menunjukkan partisipasi aktif dalam mendukung acara tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan arahan penting mengenai peran masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup. Menurutnya, isu lingkungan sering kali terlupakan di tengah pesatnya pembangunan.
“Satu hal yang sering luput dari perhatian kita adalah perhatian terhadap lingkungan. Kehadiran GEBER menjadi angin segar bagi kita semua, karena ini akan sangat membantu pemerintah dalam membangun kolaborasi bersama masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap pengukuhan GEBER dapat menjadi momentum awal untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat NTB tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. “Keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tambahnya.
Selain fokus pada pelestarian lingkungan, acara pengukuhan GEBER juga memperlihatkan kepedulian sosial. Sebanyak 50 orang jompo dan anak yatim menerima santunan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa gerakan ini tidak hanya peduli pada kelestarian alam, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
Lomba menggambar bertema pelestarian alam pun menjadi daya tarik tersendiri. Melalui karya-karya kreatif anak-anak dan remaja, pesan moral tentang pentingnya menjaga bumi disampaikan dengan cara sederhana namun bermakna.
Ke depan, GEBER berencana meluncurkan berbagai program lanjutan yang akan melibatkan lebih banyak masyarakat. Program-program tersebut tidak hanya fokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan adanya GEBER, diharapkan lahir gerakan bersama yang tidak hanya melestarikan lingkungan hidup, tetapi juga memperkokoh kepedulian sosial. NTB diharapkan bisa menjadi contoh daerah yang mampu menyeimbangkan pembangunan dengan keberlanjutan alam.
“GEBER adalah mitra strategis bagi NTB. Kami optimis gerakan ini akan membawa dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” tutup Saiful Hak.
Editor : Jelo Sangaji