Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Atasi Kelangkaan Selama Maulid, Bupati Lombok Barat Minta Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi ke Pertamina

Hamdani Wathoni • Jumat, 19 September 2025 | 09:18 WIB
BUTUH TAMBAHAN: Sejumlah pekerja saat mengisi tabung gas elpiji subsidi di SPPBE Kuripan, Kamis (19/8).
BUTUH TAMBAHAN: Sejumlah pekerja saat mengisi tabung gas elpiji subsidi di SPPBE Kuripan, Kamis (19/8).

LombokPost – Kelangkaan elpiji 3 kilogram bersubsidi di Lombok Barat memicu kekhawatiran masyarakat. Mengingat kelangkaan terjadi bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi yang diprediksi akan meningkatkan konsumsi gas.

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan elpiji dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Kuripan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Dalam sidak tersebut, bupati mengungkapkan perlunya tambahan alokasi gas bersubsidi dari PT Pertamina (Persero).

”Seharusnya kita minta Pertamina untuk menambahkan stok. Ke depan, antisipasinya mudah,” tegasnya.

Bupati Zaini juga menyoroti pentingnya data pelanggan untuk mengantisipasi kelangkaan. Disperindah dimintanya harus punya big data jumlah kuota gas elpiji subsidi bagi masyarakat Lobar. Kemudian berapa peningkatan pelanggan gas saat hari besar keagamaan. Sehingga data ini bisa menjadi dasar untuk menghadirkan solusi.

”Saya minta Disperindag dan Pertamina harus intens berkomunikasi,” katanya.

Ia juga menduga ada kemungkinan permainan oleh pengecer atau kepanikan masyarakat yang panic buying sebagai faktor pemicu kelangkaan. ”Gas ini sudah dikendalikan pemerintah. Begitu terjadi kepanikan, akhirnya warga membeli lebih. Ini yang harus diawasi,” pungkasnya.

Pemerintah daerah dan pihak terkait berharap penambahan pasokan dapat segera direalisasikan untuk memastikan ketersediaan elpiji bagi masyarakat. Pihak SPPBE Kuripan mengaku relah meminta peningkatan alokasi mencapai 150 persen dari jatah normal.

Saat ini, Lombok Barat menerima sekitar 10.000 tabung per hari, atau setara dengan 20 truk. ”Kami minta dua kali lipatnya, tapi kami tidak tahu berapa realisasinya. Dari sisi permintaan masyarakat tinggi, dan dari sisi penyaluran kami mampu,” ungkap Manajer SPPBE Kuripan Ranu.

Permohonan penambahan kuota sudah diajukan sejak bulan Mei lalu, tetapi belum mendapat persetujuan dari Pertamina. Peningkatan permintaan masyarakat yang signifikan menjelang Maulid dan kapasitas SPPBE yang memadai menjadi dasar pengajuan tersebut.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Barat Lalu Agha Farabi mengatakan pihaknya telah bertemu dengan perwakilan Pertamina pada Rabu (17/9) lalu untuk menyampaikan langsung permintaan ini. Farabi optimistis akan ada penambahan kuota.

”Sepertinya akan ada penambahan. Tadi kami sudah mengecek ke pangkalan di Gerung. Mereka bilang biasanya dapat dua, kini mereka dapat tiga truk. Artinya ada pertambahan,” jelasnya. 

Editor : Jelo Sangaji
#elpiji subsidi 3 kg #langka #Lombok Barat #Lalu Ahmad Zaini #Bupati Lobar