LombokPost--Marina Bay Lombok tidak hanya membangun destinasi, tetapi juga memakmurkan masyarakat.
Bersama Desa Buwun Mas, Kecamtan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat mereka secara resmi meluncurkan program berkelanjutan yang dirancang untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bahasa Inggris.
Program berkelanjutan ini merupakan hasil kolaborasi erat Marina Bay Lombok dengan Kepala Desa Buwun Mas Rochidi.
Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan tolok ukur baru dalam pariwisata Lombok yang bertanggung jawab, memastikan pembangunan sejalan dengan pemberdayaan masyarakat dan kelestarian alam.
“Dalam diskusi dengan Marina Bay Lombok, kami sepakat pembangunan harus menghasilkan kesejahteraan bersama,” tegas Rochidi.
“Kemampuan bahasa Inggris adalah kunci masa depan anak-anak kami. Program berkelanjutan ini menjadi jembatan bagi pemuda Buwun Mas untuk meraih peluang di pariwisata Lombok dengan percaya diri.”
Untuk mewujudkan hal itu, program berkelanjutan ini tidak hanya berhenti pada wacana.
Dua guru lokal yang berasal dari SMPIT Insan Budi Mulya di desa setempat, Saparwadi Ashari dan Mulyatun, dikirim ke Australia dengan beasiswa penuh untuk meningkatkan kemampuan mengajar.
Ini adalah investasi jangka panjang Marina Bay Lombok yang akan dirasakan langsung oleh generasi penerus di Buwun Mas.
Tidak hanya pendidikan, Marina Bay Lombok juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui Beach Crew Program.
Program berkelanjutan ini mempekerjakan warga Buwun Mas dengan upah layak untuk membersihkan dan memilah sampah plastik di garis pantai.
Langkah ini sekaligus menjawab tantangan lingkungan dan menggerakkan ekonomi warga.
“Ini lebih dari sekadar bersih-bersih pantai. Program berkelanjutan ini menciptakan lapangan kerja dan membangun kebanggaan kami,” tambah Rochidi.
CEO Marina Bay Lombok, Adrian Campbell, menegaskan komitmennya.
“Ini menunjukkan keyakinan kami bahwa pembangunan harus sejalan dengan kemakmuran masyarakat. Investasi pada masyarakat, pendidikan, dan ekonomi lokal adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan destinasi kelas dunia di pariwisata Lombok. Bersama Desa Buwun Mas, ini baru permulaan,” pungkas Adrian.
Kolaborasi antara Marina Bay Lombok dan Desa Buwun Mas ini menjadi contoh nyata bagaimana program berkelanjutan dapat menjadi pondasi untuk membangun pariwisata Lombok yang inklusif, memberdayakan, dan menghargai lingkungan.
Sementara itu, Saparwadi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Marina Bay Lombok atas kesempatan dia dan rekannya bisa mendapatkan beasiswa ke Australia.
Dia bertekad akan memanfaatkan peluang menimba ilmu di negeri Kangguru tersebut untuk menggali kemampuannya berbahasa Inggris dan menyerap ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk pengembangan sektor pariwisata di daerahnya.
"Mungkin saya juga akan belajar soal pengelolaan sampah di sana," ujarnya.
Pria berkacamata ini juga berharap program beasiswa penuh ke Australia bisa terus berlanjut ke depannya sehingga lebih banyak lagi para guru di Desa Buwun Mas yang memiliki kecakapan dalam bahasa Inggris. (inforial)
Editor : Kimda Farida