LombokPost - Puluhan siswa madrasah tsanawiyah (MTs) di wilayah Lembar, Lombok Barat (Lobar) diduga mengalami keracunan makanan. Mereka mengalami mual-mual hingga muntah usai mengkonsumsi program makanan bergizi gratis (MBG).
Para siswa dilarikan ke Puskesmas Jembatan Kembar dan sebagian sudah dipupangkan karena kondisinya sudah membaik.
"Itu indikasinya (keracunan MBG), tapi kan belum jelas," terang Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Barat Erni Suryana kepada Lombok Post, Rabu (24/9).
Total siswa di salah satu MTs wilayah Beroro, Lembar yang mengeluhkan pusing, mual hingga muntah sebanyak 22 orang. Mereka kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Jembatan Kembar untuk mendaftarkan perawatan.
"Yang ke Puskesmas 22 orang, masih ada empat orang yang belum pulang, namun sudah observasi dalam kondisi baik," jelasnya.
Erni menyampaikan jika sampai saat ini belum terkonfirmasi apakah siswa yang diduga keracunan makanan akibat MBG atau mengkonsumsi makanan lain. "Sudah diambil sampelnya (MBG) dan dikirim ke BBPOM," jelasnya.
"Gejalanya pusing dan mual, ada yang muntah dan ada yang nggak. Ada juga yang langsung pulang. Mudahan baik-baik saja," sambungnya.
Sejauh ini, pihak Dinas Kesehatan Lombok Barat terus berkoordinasi dengan pihak Puskesmas memantau kondisi siswa yang masih dirawat. (ton)
Editor : Siti Aeny Maryam