LombokPost – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Program Kegiatan Guru (PKG) Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat telah dimulai Senin (29/9). Acara ini digelar di SKB Gunung Sari mengusung tema 'Cerdas Bersama Tumbuh Setara'.
"Sebanyak 100 siswa resmi diterima sebagai angkatan pertama. Mereka merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk melalui proses seleksi ketat," jelas Kepala Dinas Sosial Lombok Barat (Lobar) Lalu Winengan.
Lebih lanjut, Winengan menekankan pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat dalam pendidikan anak. Ia menjelaskan, seleksi penerimaan siswa berbasis data desil 1 dan 2 dari Kementerian Sosial.
"Ini supaya tepat sasaran, benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan, bukan sekadar berdasarkan asal desa," ujarnya.
Sekolah Rakyat disebutnya harus menjadi ruang inklusif yang memberikan kesempatan sama bagi setiap anak untuk tumbuh. "Tujuan utama program ini membentuk generasi cerdas, berdaya saing, dan setara dengan anak-anak lainnya. Tidak boleh ada diskriminasi," katanya.
Selain MPLS, kegiatan PKG juga digelar untuk memperkuat kapasitas guru dalam metode pengajaran berbasis karakter. Wali siswa, guru, hingga tokoh masyarakat dilibatkan agar proses adaptasi berjalan lancar.
"Peran keluarga sangat penting. Baik wali murid maupun wali asrama harus menjadi pilar keberlanjutan pembelajaran," tambahnya.
Sementara Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini yang hadir dalam membuka peresmian sekaligus MPLS ini menyebut pembukaan sekolah ini sebagai momentum bersejarah bagi pendidikan di Lombok Barat.
"Kita patut bersyukur karena Lombok Barat sudah memulai implementasi Sekolah Rakyat. Kuota siswa sudah terpenuhi, dan semua pihak memberi apresiasi," katanya.
Ia menambahkan, untuk sementara pembelajaran masih menumpang di gedung SKB Gunung Sari sebelum menempati lokasi permanen. Meski begitu, fasilitas penunjang sudah mulai dipenuhi. "Seragam juga unik, menggunakan jas layaknya sekolah dasar di Singapura. Ini ciri khas dan kebanggaan tersendiri," jelasnya.
Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga pembinaan karakter. Konsep boarding school yang diterapkan diharapkan melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebiasaan hidup bersih sejak dini.
"Sekolah ini harus jadi contoh. Pendidikan sejati bukan hanya soal ilmu, tapi juga karakter kuat," tegasnya.
Kepala Yayasan Sentra Paramita Mataram Arif Rohman yang mewakili Kemensos RI menyebut Sekolah Rakyat merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo. "Pak Prabowo memang meminta agar Sekolah Rakyat tingkat dasar ini digencarkan," katanya.
Menurut Arif, hingga kini terdapat lima Sekolah Rakyat di NTB. Dua di Lombok Barat, dua di Lombok Timur, dan satu di Sumbawa. Khusus Lombok Barat, selain Sekolah Rakyat Dasar 4, ada juga Sekolah Rakyat Menengah 18 yang menggunakan gedung sementara Yayasan Sentra Paramita Mataram.
Dengan kehadiran Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat, pemerintah daerah berharap model pendidikan berbasis karakter ini dapat menjadi inspirasi nasional.
Editor : Siti Aeny Maryam